Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya

Penghuni Green Pramuka Tolak Bayar Pungutan Liar

Sejumlah Penghuni Green Pramuka City yang merasa kecewa, menuntut sertifikat dan menolak bayar biaya-biaya yang mirip “pungutan liar”.

Waspadalah sebelum membeli Apartemen Green Pramuka City. Ya, saya hanya ingin Anda waspada, bukan melarang Anda beli. Mohon jangan salah paham. Tulisan ini hanya bermaksud menceritakan pengalaman Saya tinggal di Apartemen Green Pramuka City, tanpa bermaksud ingin menghina atau menuduh pihak manapun. Semua yang saya sampaikan di sini adalah fakta dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sekitar 2 tahun yang lalu (09 Feb 2013), saya membeli sebuah unit di apartemen green pramuka city, jakarta pusat. Yang menarik saat itu adalah, di brosur dan websitenya tertulis bahwa nantinya apartemen ini akan berkonsep green living, dimana 80 persennya adalah halaman terbuka. Wow, menarik bukan? Ternyata saya harus menelan rasa kecewa, karena saat ini, apartemen green pramuka city sedang membangun 17 tower di atas lahan tersebut. Jadi, ke mana nanti perginya 80% area terbuka alias green living yang mereka janjikan seluas puluhan hektar tersebut? Entahlah, ini Kekecewaan pertama yang saya rasakan. Mimpi saya tinggal di apartemen yang punya halaman hijau 10 Ha, harus saya kubur dalam-dalam.

Lahan terbuka Green Pramuka yang hanya janji

Lahan terbuka Green Pramuka yang bisa jadi hanya janji manis di websitenya.

Cover brosur apartment green pramuka city tahun 2013.

Cover brosur apartemen green pramuka city yang masih saya simpan sejak saat membeli, bulan februari tahun 2013.

Selayaknya orang kecewa, Saya berusaha menghibur diri, okelah.. sepertinya Jakarta membutuhkan hunian vertikal yang lebih banyak, dan mungkin dengan dibangunnya tower-tower ini bisa membantu warga yang memiliki kebutuhan tempat tinggal di tengah kota dengan biaya yang masih bisa dijangkau. Mengingat mahalnya harga rumah di jakarta saat ini. Namun ternyata, kekecewaan yang ada tidak sampai di situ, kali ini yang kecewa adalah para penghuni tower faggio dan pino, mereka adalah penghuni tower tahap awal di sini, sertifikat yang dijanjikan akan diterima setelah 2 tahun oleh para penghuni tower tahap pertama, ternyata hingga tulisan ini ditulis, masih tak kunjung datang, padahal para penghuni tower tahap pertama sudah tinggal di sana hampir tiga tahun dan banyak yang sudah lunas. Ketidakjelasan sertifikat ini adalah hal yang paling sering dikeluhkan banyak penghuni di tower pertama, hal itu pula yang membuat mereka kesal, hingga ada warga yang sampai memasang spanduk sebagai bentuk protes, bertuliskan “Mana Sertifikat Kami” di balkon mereka. Intinya, mereka merasa kecewa oleh pengembang apartemen green pramuka city, karena yang dulunya dijanjikan 2 tahun, ternyata pengembang belakangan bilang bahwa sertifikat kemungkinan besar baru akan diserahkan setelah 17 tower selesai semua, padahal beberapa di antara mereka sangat membutuhkan sertipikat itu. Ada yang ingin menjual investasinya, ada yang ingin menjadikan jaminan ke bank buat modal usaha, dan lain-lain.

Selain masalah sertifikat, saat ini pengelola apartemen green pramuka city mengeluarkan kebijakan yang dirasa sangat sepihak oleh warga, seperti masalah perparkiran apartemen. Sebagai info, di apartemen green pramuka city, kita dibebankan tarif parkir mobil berlangganan sebesar Rp.200rb perbulan, namun sebagai member kita HANYA boleh parkir di basement 2, jika anda berani parkir di area lainnya, maka anda akan dikenakan lagi biaya parkir regular yang perjamnya Rp.3000 pada jam tertentu. Luar biasa, bukan? Sebagi informasi, Basement 2 adalah lantai parkir paling bawah dan sangat berdebu saat tulisan ini ditulis, karena hitungannya masih baru dibangun. Bayangkan semua mobil member parkir di B2, sempit dan penuhnya minta ampun, saya sih gak kuat liatnya. Ditambah lagi, tak ada lift dari bawah sana untuk menuju ke lobby, jadi sebagai penghuni anda harus kuat dan harus selalu muda. Saya pernah mengajak Ibu saya pertama kali, saya kaget karena baru sadar bahwa ternyata di B2 tidak ada lift ke lobby, akhirnya terpaksa lewat tangga dan beliau sangat kesakitan kakinya ketika harus naik tangga dari basement 2 ke lobby.

Sikap saya terhadap peraturan sepihak ini adalah jelas, MENOLAK. Saya tunaikan kewajiban saya bayar parkir Rp. 200rb perbulan, lalu saya parkir di area parkir manapun yang tersedia. Setiap saya ditagih biaya perjam lagi saat keluar, saya dengan tegas menyatakan tidak mau bayar double, kan saya sudah langganan, saya hanya menunjukkan kartu member parkir saya. Bahkan saya pernah sampai memarkir mobil saya di gate sampai petugasnya mau membukakan pintu parkir.

Larangan parkir di GF dan B1

Pengumuman di lift tentang Pembatasan area parkir penghuni, masih menempel hingga tulisan ini dibuat (8 Maret 2015).

Sangat disayangkan karena peraturan ini, tidak pernah dimusyawarahkan ke penghuni, tiba-tiba saja mereka mengeluarkan aturan sepihak dengan cara memasang selebaran di lift dan spanduk di area parkir. Padahal kalau pengelola mau duduk bareng dengan warga, jelaskan ke kita laporan keuangan mereka, kita pasti support kok kalau memang harus ada kenaikan. Saat ditanya kenapa kita cuma boleh parkir di B2 padahal ada 2 lantai lagi yang bisa dipakai, alasan mereka karena menurut UU Rusun, sebuah Rusunami itu hanya wajib menyediakan lahan parkir 1:10, masalahnya.. apakah apartemen green pramuka city ini termasuk rusunami sederhana biasa? karena di awal, kita sudah membayar BIAYA PENINGKATAN MUTU saat membeli unit yang jumlahnya sangat besar (mencapai Rp. 80 juta), biaya ini dipakai untuk meningkatkan mutu apartemen green pramuka, baik dari sisi material bangunan maupun fasilitas penunjang. inilah yang membedakan green pramuka dengan rusunami sederhana lainnya, kita BAYAR LEBIH untuk mutu, untuk fasilitas, untuk kenyamanan. Lalu jika kita sudah bayar peningkatan mutu dengan biaya yang mahal, kenapa regulasinya masih berpatokan pada rusunami sederhana? mengapa lahan parkirnya masih harus dibatasi 1:10? Seandainya area parkirnya memang sedikit sih kita pasti paham, masalahnya area parkir di Green Pramuka City itu sebenarnya cukup luas, ada 3 lantai, tapi sebagian besar area parkirnya malah mereka jadikan area parkir komersil dan mereka tutup dengan rantai, padahal ini hunian bukan Mall, penghuni malah dipaksa sempit-sempitan di B2, kan aneh cara berpikirnya. Makanya jangan heran, dengan adanya biaya peningkatan mutu itu, harga apartemen di green pramuka city tidak bisa dibilang murah, tahun ini tower barunya bisa mencapai hampir Rp. 700 jutaan, setahun yang lalu masih sekitar 400 jutaan, setahu saya seharusnya kalau Rusunami sederhana tidak boleh semahal itu. Belum lagi, sebagai member kita sudah membayar uang langganan parkir Rp. 200rb perbulan, masa tetap cuma dikasih lahan parkir 1:10 layaknya rusunami biasa yang tak ada biaya peningkatan mutunya? di sinilah anehnya bentuk ketidakadilan yang saya dan warga lainnya rasakan.

Padahal, dalam UU Rumah Susun atau Apartemen, pengelola hanyalah pihak yang ditunjuk penghuni untuk mengelola segala aset yang dimiliki penghuni, jadi sudah selayaknya segala penetapan biaya dan kebijakan, semestinya dimusyawarahkan dulu oleh penghuni. Hal-hal yang dilakukan pengelola apartemen green pramuka city semacam inilah yang dirasa sangat merugikan warga. Sebagai perbandingan, apartemen yang lebih mewah seperti MOI, untuk mobil pertama gratis biaya parkir bagi penghuni.

perbandingan IPL apartemen di jakarta

perbandingan IPL apartemen di jakarta saat tulisan ini dibuat, bisa berubah sewaktu-waktu (08/maret/2015).

Selanjutnya tentang Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Per-bulan maret 2015, apartemen green pramuka city menaikkan biaya maintenancenya tak tanggung-tanggung, naik sebesar hampir 43%, dari yang tadinya 9.500/m2 menjadi 14.850/m2 (setelah ppn). Artinya, Saya harus bayar biaya maintenance sebesar Rp. 14.850 X 33m2 = Rp. 490.050 per-bulan. Luar biasa, padahal fasilitasnya standard aja. Saat tulisan ini dibuat, belum ada fasilitas istimewa seperti sauna, tempat gym, lapangan tennis, golf dll, silakan buktikan sendiri. Saya sangat bingung, karena di apartemen yang sekelas green pramuka city, kalau berdasarkan catatan di atas, IPL-nya rata-rata hanya Rp.9000/m2, contohnya saja apartemen Grand Palace dan Gading Nias (lihat gambar di atas, meski bisa saja berubah seiring waktu).

UPDATE BIAYA IPL:
Per hari ini, 23 Februari 2016, lagi-lagi penghuni menerima “surat cinta” di kolong pintu. Ya, biaya maintenance bulanan alias IPL naik lagi per bulan April 2016. Tak ada musyawarah dengan warga, tak ada obrolan, langsung aja dinaikkan semaunya pengelola. Tak tanggung-tanggung, naiknya jadi Rp. 18.700/m2 (setelah PPN). Artinya, Saya harus bayar biaya maintenance sebesar Rp. 18.700 X 33m2 = Rp. 617.000 per-bulan. Padahal fasilitasnya itu-itu aja, ga ada yang bertambah.

Yang paling membuat kesal saya adalah masalah Fitting Out atau renovasi. Saat kita beli sebuah unit di apartemen green pramuka city, pastinya masih kosong, hanya unit dan kamar mandi. Yang akan kita lakukan sebagai penghuni adalah melakukan fitting out atau renovasi seperti pasang AC, Kitchen set, TV, wallpaper dll sesuai kebutuhan dan kemampuan. Namun apa yang terjadi, jika kita membawa kontraktor atau tukang renovasi di luar vendor rekanan mereka, pengelola apartemen green pramuka city mewajibkan kita membayar sejumlah uang yang mereka sebut “biaya ijin” atau “biaya supervisi”, Padahal jelas-jelas di buku house rules yang mereka buat, biaya-biaya itu tidak ada, syarat renovasi yang sah itu cuma bayar 1 juta buat deposit dan uang sampah 500rb. Lalu biaya supervisi ini apa urusannya coba? itu kan unit kita, ya terserah kita dong mau pasang apa aja di dalamnya. Tapi mereka malah mengeluarkan semacam “pricelist biaya ijin” yang tidak ada di perjanjian saat serah terima maupun di dalam buku panduan (house rules) yang diberikan ke kami. Pricelist inipun munculnya di awal 2015, dulunya tidak ada, katanya peraturan baru. Duh, semudah itu mereka bikin peraturan tanpa ada sosialisasi dan musyawarah dengan penghuni. Pricelist ini masih ada hingga saat tulisan ini diposting, yaitu tanggal 08 Maret 2015. Apakah ini termasuk “pungli” atau pungutan liar? atau ini adalah indikasi monopoli usaha? silakan simpulkan sendiri.

Pricelist siluman untuk biaya renovasi

Pricelist tambahan biaya untuk ijin renovasi yang tidak ada di house rules yang disepakati di awal.

Lihat saja betapa gilanya pricelist di atas, kalau kita ikuti aturan ini, bahkan kita mau pasang cermin saja harus bayar ijin Rp. 50ribu, entah apa alasannya. Coba deh anda pikir pakai akal sehat dan hati nurani, ini rumah anda, lalu saat anda mau beli sesuatu untuk rumah anda, mereka minta duit, apa dong namanya kalau begitu? apakah ini bisa dibilang “Biaya Preman“? saya tidak tahu, yang jelas ini tidak ada di kesepakatan awal, tidak pernah dimusyawarahkan dengan warga dan juga nilainya sangat mahal, misalnya pasang bracket TV anda harus bayar Rp.200 rb, padahal harga bracketnya saja cuma Rp.150 ribu. Oh ya, itu harga untuk biaya ijin sehari loh ya, kalau pengerjaannya lebih dari sehari ya tinggal dikalikan (baca catatan kaki pada gambar di atas) 🙂

Saya waktu itu memutuskan untuk tetap pakai kontraktor luar karena saya dari jauh hari sudah bayar DP dengan kontraktor luar, tapi saya ngotot tidak mau ikuti aturan pricelist di atas karena menurut saya ini melanggar kesepakatan house rules yang mereka buat sendiri, awalnya saya diminta bayar Rp. 30 JUTA untuk biaya ijin full renovasi selama sebulan, tapi saya tolak karena terlalu mengada-ngada dan tak masuk akal. Namun ujungnya setelah berdebat lama, saya akhirnya kalah dan terpaksa harus tetap membayar biaya sebesar Rp. 891.000 sebagai biaya supervisi supaya kontraktor saya bisa mendapat izin kerja. Bayangkan, dari 30 juta jadi 891rb, entah peraturan macam apa ini. Itupun Saya terpaksa bayar karena saya tak punya pilihan lain, karena saat itu saya sudah bayar DP ke kontraktor saya, jadi tak mungkin saya batalkan, kalau saya batalkan DP hangus.

UPDATE APRIL 2015:
Soal pajak PBB. Ini yang paling bahaya menurut saya. Baru-baru ini, mulai tanggal 10 April 2015, seluruh penghuni mendapatkan surat edaran yang lagi-lagi hanya dimasukkan di kolong pintu, mengenai penagihan pembayaran PBB. Setelah saya baca, saya bingung sekali, karena pihak pengelola apartemen green pramuka city menagihkan pajak tanpa ada Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) dari dinas pajak, jadi di surat edaran itu dia langsung tulis sendiri angka yang harus kita bayar, tanpa ada sedikitpun perincian pajaknya. Setahu saya, dimana-mana kalau bayar pajak PBB itu ya harus ada penjelasan dan perinciannya, berapa luas tanah, berapa luas unit kita dan perhitungan pajak lainnya, supaya bisa kita kalkulasi dan validasi kebenarannya. Yang bikin saya makin bingung, seenaknya kita diminta transfer uang pajaknya ke rekening pengelola, padahal yang namanya pajak setahu saya setornya ke dinas pajak, ya saya sih sebagai wajib pajak tentu khawatir kalau harus setor uang pajak ke rekening yang bukan milik pemerintah, karena saya ngga mau kalau nantinya uang pajak saya diselewengkan pihak tertentu. Prinsipnya, sebagai wajib pajak, saya cuma mau bayar pajak ke pemerintah, karena memang begitu seharusnya.

Surat edaran PBB Green Pramuka

Surat edaran PBB Green Pramuka City tanpa SPPT dan tanpa perincian pajak, tertanggal 10 April 2015.

Saya kurang tahu juga, apakah dinas pajak sudah tahu akan hal ini, yang jelas pihak pengelola apartemen green pramuka city sudah membuat aturan seperti ini. Saya bukannya menuduh, tapi kalau uang pajak saya masuk ke rekening yang bukan milik dinas pajak, saya khawatir bisa terjadi penggelapan atau penyelewengan pajak di apartemen green pramuka city, karena prosedurnya tidak sesuai dengan yang sebagaimana mestinya. Kalaupun memang tak ada SPPT karena sertifikatnya belum dipecah, paling tidak ada surat resmi dari dinas pajak yang memberikan penjelasan soal itu, serta dilampirkan perhitungan dan perincian resmi dari dinas pajak untuk kita para wajib pajak, supaya warga merasa aman dan percaya, bukan dengan surat edaran sepihak seperti ini. Saya selalu dan pasti akan selalu bayar pajak, asal jelas dan sesuai UU, bukan dengan cara seperti ini. Kacau lah pokoknya :))

Jadi saran saya, waspadalah saat anda ingin membeli unit di apartemen green pramuka city. Saya hanya tidak ingin anda menyesal kemudian seperti Saya. Setidaknya, tunda dulu hingga ada kejelasan peraturan dan tarif dari pengelola. Tapi jika anda tetap ingin beli unit di sini ya silakan, saya hanya memberikan pertimbangan. Jika anda ingin konsultasi dengan perhimpunan warga di sana, silakan hubungi mereka di:

Berikut beberapa tulisan mengenai permasalahan Apartemen Green Pramuka City yang sudah dimuat media:

Beberapa dokumentasi foto-foto saat penghuni apartemen green pramuka berjuang turun ke jalan, melakukan aksi damai menuntut haknya kepada pengelola:

Warga Green Pramuka Pria dan Wanita, Tua dan Muda Bersatu Turun Ke Jalan Demi Menuntut Haknya

Warga Green Pramuka Pria dan Wanita, Tua dan Muda Bersatu Turun Ke Jalan Demi Menuntut Haknya

Warga Green Pramuka Demo Setiap Minggu Tanpa Henti

Warga Green Pramuka Demo Setiap Minggu Tanpa Henti

Warga Green Pramuka Orasi Menuntut Haknya dari Pengelola

Warga Green Pramuka Orasi Menuntut Haknya dari Pengelola

Warga Green Pramuka Melakukan Aksi Karena Merasa Ditipu

Warga Green Pramuka yang kecewa melakukan Aksi Karena Merasa Ditipu

Warga Green Pramuka Memegang Spanduk Menuntut Tanggung Jawab Pengelola

Warga Green Pramuka Memegang Spanduk Menuntut Tanggung Jawab Pengelola

Warga Green Pramuka yang Kecewa Melakukan Aksi di Depan Gerbang

Warga Green Pramuka yang Kecewa Melakukan Aksi di Depan Gerbang

Warga Green Pramuka Melawan Kezaliman Pengelola Meski Harus Panas-Panasan di siang Hari

Warga Green Pramuka menuntut janji Pengelola Meski Harus Panas-Panasan di siang Hari

Warga Green Pramuka Bertahan untuk Orasi di Jalan untuk Melawan Kesewenangan Pengelola

Warga Green Pramuka Bertahan untuk Orasi di Jalan untuk menolak Kebijakan Pengelola yang merugikan warga.

Warga Green Pramuka dilarang masuk rumah sendiri yang diblokir security

Warga Green Pramuka yg melakukan aksi damai diblokir security.

212 thoughts on “Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya

  1. norma

    Biaya renovasi itu yg hrs di hapus, di apartemen rasuna ada biaya ALTERNATION yaitu uang jaminan apbl renovasi kita merusak STRUKTUR atau AREA BERSAMA, yg nanti dikembalikan seutuh nya apbl sdh selesai renovasi nya, bisa ber bulan 2…. gada masalah, bayar 1x. Bila renovasi yg tdk membuat kegaduhan , tidak bobok tembok, seperti pasang wall paper, parket, TV, AC, Kulkas, lemari, dsb ya. …. TIDAK USAH IZIN. … hanya keluar masuk nya dibatasi jam2 ttt, itu utk kenyamanan bersama, Soal parkir sptnya hrs dibahas tuntas. … masuk dari konsep GREEN LEAVING yg mereka tawarkan. Semoga terjadi WIN WIN SOLUTION.

    Like

    Reply
    1. Acho Post author

      Kalo cuma deposit sih wajar, karena sebagai jaminan. Kalau ga terjadi kerusakan, uang dikembalikan. Masalahnya kalau di GP, uang deposit tetap ada, lalu uang ijin supervisi beda lagi kalau pakai kontraktor luar yg bukan rekanan, itu uang hangus, saya masih pegang kwitansinya kok.

      Like

      Reply
  2. rahman

    Jadi kesimpulan untuk pembayaran IPL dgn batas waktu tanggal 15 maret ini kita tahan dulu atau kita bayar. Soalnya kalau tetap kita tahan akhirnya tetap naik juga, dendanya bisa tambah naik atau PDAM or listrik bisa kena segel. Saya belum membayar IPL sampai detik ini karena mendukung perjuangan penghuni green pramuka yg merasa keberatan.

    Like

    Reply
  3. Arfan

    Modus yang sama dari pengembang dan pengelola hitam (apapun nama pengembangnya kalau pakai cara2 hitam ya artinya tetaplah aliran hitam). Selama pemerintah masih dikangkangi pengembang hitam, ya masalah2 seperti ini akan selalu ada. Teruskan perjuangan demi keadilan di rumah kita dan negara kita sendiri!

    Like

    Reply
  4. sayaaja

    Sedikit yg saya tau, pengembang dan pengelola itu badan usaha yang beranak pihak, tadinya ini bukan apt, tp rusunami, pak JK lengser diupgrade jd apt, saya pernah kerja di d*** p*******o wkt itu tower yg berdiri baru faggio n satunya lagi saya lupa

    Like

    Reply
  5. sayaaja

    Dan disitu saya temukan banyak fasilitas yg tidak setara apt tp dipaksakan utk disebut apt, saya jadi gasuka dan resign, Dari awal memang 17 tower mas ssiteplannya, saya berdebat hebat soal konsep green nya…tapi ya…saya mah cuma apa dimata mereka

    Like

    Reply
  6. Intan

    Emang nih Green Pramuka ngecewain bgt! Masa mau bersihin AC aja diminta bayaran management Fee 30rb.. pas ditanya management fee maksudnya apa? Uangnya masuk kemana? untuk apa? Ehh.. CSnya malah bingung jawab, dia cuma disuruh bilang sama pengelola ini biaya management fee.. GA MASUK AKAL! inilah PUNGUTAN L**R di Green Pramuka..

    Like

    Reply
  7. gen

    wah… baru tau ada forum ini.. saya tinggal di apart green pramuka tower pino, emang aneh banget pengelola disini.
    selama setahun ini dengan inisiatif saya sendiri, saya cari siapa2 dalang di pengelola, dan akhirnya ketemu 🙂 PT. M***a I*******a P*****a, PM —>> Jo*****
    wakil PM —>> Ri*******
    GM Engginering —>> D*** s*****o ( 08788485xxx )
    semua yang dikeluhkan di forum ini benar, cuma saya berjuang dengan cara saya sendiri, menyisir ruangan PM & enggnering dengan berbagai cara. hehehe……

    makanya saya bisa tau nama2 org yang bikin aturan di green pramuka yang aneh2.

    perlu semua ketahui, kalau saat sabtu semua penghuni demo ( ngumpul2 di parkiran ) ketiga orang diatas sembunyi di ruang engginering atau sembunyi di masjid di basement 1 tower 1.

    hehehehe

    Like

    Reply
    1. Jhoni Indo

      Salah!!! nama pengelola sebenarnya G** P******y M********t, sampai hari ini masih mereka yang in charge disana, kantornya di dekat stasiun sudirman sana, ada tulisan gede di depan kantornya “G**” dekat bendungan latuharhari yang jebol tempo hari, datangin kesana aja gan.

      PM – Yo***** (081614xxxx)
      Deputi 1 PM – Ri******* (08131687xxxx)
      Deputi 2 PM – Ne**** (0813828xxxx)

      Like

      Reply
  8. yudhis

    Tulisan di atas benar sekali, update soal biaya siluman renovasi kini cuma via lisan karna takut di foto dan di masukan ke sosmed, lalu terakhir soal PBB, kita cuma disodorin selembar kertas yg isinya wajib bayar PBB 500rban, tanpa rincian, tanpa SPPT, tanpa kuitansi bukti bayar, dan gilanya lagi bayarnya ke rekening pengelola, benar2 gila!!

    Like

    Reply
  9. Oggy

    permasalahan seperti ini kayaknya terjadi hampir di seluruh apartemen dan rusunami, dari urusan penyediaan parkir, tidak adanya transparansi tata kelola dan anggaran keuangan dari pengelola, P3SRS abal-abal yang disinyalir di bentuk oleh oknum developer dan pengelola, sampai masalah pelayanan.

    Hati-hati bagi kawan-kawan sesama penghuni apartemen dan rusunami yang “merasa” kondisi nya lebih baik dari kawan-kawan di Green Pramuka atau Kalibata City, coba cek benar2, apakah secara hukum sah memungut parking fee bagi pemilik aset/unit di lingkungan apartemen atau rusunami? Kemudian biaya IPL, semua pengelola bisa berdalih kenaikan tersebut karena kenaikan UMP dan segala macamnya, cek dan recheck lagi, pernahkah pengelola memberikan laporan detil mengenai anggaran keuangan pengelolaan ?

    Benarkah karyawan dan pegawai pengelola dibayar sesuai UMP? Benarkah dana dari IPL warga digunakan dan di kelola sebaik-baiknya untuk kepentingan warga?? Berapa besar management fee yang di pungut atau kutip oleh Badan Pengelola? Apa dasar hukum penentuan tarif listrik yang dibebankan kepada warga? Kemudian benarkah tarif tersebut yang di setorkan ke PLN? Bagaimana cara pengelola melakukan penghitungan nilai tagihan listrik? BErapa admin fee yang dibebankan pada pemilik/penghuni unit oleh pengelola? Fixed atau percentage dari tagihan listrik? Dasar nya apa?

    itu baru sekelumit saja Bapak Ibu, kalau Badan Pengelola anda menolak untuk share informasi tadi alias tidak transparan kepada penghuni dan pemilik minimal untuk issue yang tadi saya kemukakan, mohon maaf menurut saya ada sesuatu yang tidak beres pada pengelola.

    Bukan berarti ketika menurut Bapak Ibu tarif dan biaya yang dibebankan kepada Bapak Ibu oleh Badan Pengelola itu wajar sehingga tidak ada permainan di Badan Pengelola. Justru senjata utama oknum Badan Pengelola yang modusnya merampok uang penghuni dan pemilik rusunami dan apartemen adalah apatisme, ketidaktahuan dan ketidakpedulian penghuni.

    Anda boleh cek di Gading Nias, Kalibata City, Graha Cempaka Mas, Lavande Tebet, Pancoran Riverside, different developer, different Badan Pengelola, SAME BULLS***

    Like

    Reply
  10. anto

    Bagi calon pembeli APARTEMEN THE GREEN PRAMUKA berpikir lah 10.000.000 kali untuk putuskan membeli APARTEMEN THE GREEN PRAMUKA

    Like

    Reply
  11. Irfan

    Ketika kita beli rusun green pramuka city gak ada jaminan kita akan memiliki seutuhnya unit kita. Sertifikat gak jelas kapan. Kemudian dibebani biaya2 yg lebih mahal dan pungutan2 li** dari pengelola. Gila aja di kalibata city aja pbb gak sampe 20ribu di sini nyaris 600rb dan bayarnya ke rekening pengelola bukan ke kantor pajak langsung. Blum lagi kalo mau nambah2 fit out. Pikir2 lagi kalo mau beli. Iuran IPl seenak udel mereka naik2in. Kita harus gondok2an ama pengelola sini untuk dapatin hak kita. Fasilitas cuma kolam renang, taman sempit. Lift ke basement aja gak ada. Bangunan mulai retak padahal belum setahun rampung dibangun. Hitungan bulan udah mulai retak. Astaga…

    Like

    Reply
  12. andreanes

    bung acho…andre nih….share dikit kejadian tadi siang

    mau tanya kepada badan pengelola GREEN PRAMUKA CITY…kenapa istri saya yang sedang naik bajai setelah menjemput anak saya yg SD pulang itu di suruh turun di pinggir jalan yg jaraknya cukup jauh ke unit saya…dengan kondisi istri saya menggendong bayi dan menggandeng anak saya yang SD dan membawa belanjaan sayuran, istri saya bilang kalau begitu tolong dibawakan tas dan belanjaannya,….security menolak… dan pertanyaan saya..ITU RUMAH SAYA…BAYAR IPL YANG NAIK TIAP 6 BULAN DAN FASILITAS TIDAK ADA!!!! APA LAGI YANG MAU DIHALALKAN?? SAYA PERKARAKAN HAL INI…INI SUDAH MEMBUAT ISTRI SAYA MENDERITA!!!! KAMI MAU NYAMAN!!!! KENAPA DIBIKIN SEPERTI PENJARA…INGATTT!!!! INI RUSUN BUKAN APARTMENT…TUNJUKKAN KEABSAHANNYA BAHWA INI ADALAH APARTMENT…FASILITAS YANG DIDAPAT APA!

    Like

    Reply
    1. mega

      Wah, bajaj saya juga diberhentiin sama security. Saya omelin aja security-nya. Akhirnya dy ngasi jalan. Lalu sorenya, bajaj sya juga diberhentiin. Lagi2 saya omelin sang security dan bajaj bisa berjalan dengan tenang. Saya cukup sebal karena kondisi saya lagi hamil eh malah marah2 gara2 bajaj di cegat. Kalau jarak tempuhnya sangat pendek masa’ saya harus naik taxi.. hadeuuuuh

      Like

      Reply
  13. Krisna

    biaya service charge sekarang 3 bulanan ya, taun lalu 4 jutaan brapa gtu, sekarang per 3 bulan, 1,4 juta..kalau ditotal 5,8 juta..hiks.. 😦

    Like

    Reply
  14. Irfan

    Kemarin baru aja pemutusan air dan akses card penghuni yg dianggap belum bayar IPL. Gak sabar nih pengen demo lagi. Makin geregetan. Jatah parkir makin dibatesin untuk kepentingan pengelola. Ini siapa yg pembokat siapa majikan? Ngatur bgt.

    Like

    Reply
  15. sidhik

    agak oot sedikit apakah ada info review untuk apartemen di mediterania 1? rencana akan membeli unit disana untuk sekolah karena saya dari jogja, terimakasih…sebelumnya turut berduka utk para penghuni GP saya sempat berfikir membeli disitu tapi terimakasih atas tulisan ini, salam

    Like

    Reply
  16. lucy

    wih, kmr saya baru booking fee 5mill ditanggal : 20 Juni 2015
    Nyesal banget nih, kenapa terlalu cepat terlena sama marketingnya.

    Like

    Reply
  17. Nika

    Beruntung saya baca tulisan….saya beli 2 unit di GP dan akan serah terima Des nanti. Baru tadi pagi rencana mau mulai cari arsitektur untuk nanti isi perabotan…..trus rencana mau gabung 2 unit yg berdekatan. Sabtu ini saya berencana ke kantor GP untuk diskusi…… Dengan adanya informasi ini jadi ada modal untuk deal….. terima kasih untuk info no telp paguyuban penghuninya…

    Like

    Reply
  18. wijaya

    adanya istilah “area parkir komersil” sangat tidak beralasan karena konsumennya adalah penghuni GP sendiri, emang siapa yg belanja ke alfamart, indomart, 7eleven, dokter gigi, Bank DKI, BRI, food court basement, bakmi.. solaria.. dll.. , emangnya orang jauh jauh.. lah kita kita juga yg belanja kan.. SO buat buat alasan aja tuh si pengelola cari alat buat meres kita kita…

    Like

    Reply
  19. Deli

    setuju segera bentuk perhimpunan penghunii , saya ikut brrgabung dengan teman2 semua. Unit saya selama ini ditinggali ponakan, bulan juni ini sdh dikembalikan ke saya.
    Sedih setelah baca postingan disini, sepertinya pengelola disini memsng tidak akomodatif. Dulu dijanjikan setelah selesai 4 tower sertifikat diberikan, ternyata setelah 4 tower jadi belum ada kabar apa2 padahal saya sdh bayar lunas. Mau ngisi furniture harus bayar ini itu, baru tau kalo kemiringan lantai kamar mandi tidak mengarah ke floor drain, jadi air tergenang terus

    Like

    Reply
  20. noname

    satpamnya kurang ajar disini, suka suit2in. sial
    mau lapor ke manajemen tapi unit juga bukan punya saya, cuman tinggal aja disini ditempat om.

    Like

    Reply
  21. david

    klo baca diatas ada dua celah, buat seret pengelola ke pengadilan, satu Perdata : KPPU terkait persaingan usaha nggak sehat dengan menunjuk rekanan tertentu untuk interior ; Dua Pidana ; Penggelapan Perpajakan kayaknya modusnya ada dua, Yaitu Pajak PBB dan PPN & PPh, kayaknya dari awal liat brosurnya dah gak jelas tuh, masa pake Fasilitas bebas PPN tapi di Komponen DPP harga nya ada peningkatan Mutu (setara apartemen).. padahal fasilitas bebas PPN hanya untuk rusunami (luas masuk tp harga nggak).
    utuk temen yg dikerjain penelola ajukan gugatan aja tuh polkisnya,… jaman sekarang nggak usah pake kekerasan/ anarkis… kuat-kuatan fakta aja…buat bukti di pengadilan

    Like

    Reply
  22. Lukas

    Saya calon penghuni yang sudah bayar booking fee utk tower 7. Tapi berhubung ada apartemen lain yg menurut saya lbh worthed, saya putuskan relain booking fee nya.

    Pertanyaann saya bisakah booking fee tersebut kembali (50%), ada yg pernah alamin pembatalan di GP ini juga gak?

    Like

    Reply
  23. Baihaqi

    Terima kasih informasi ya. Tadinya saya mau beli unit di GP tapi skrg gk Jadi deh. Say a tinggal di Casablanca mansion, untung disini semuanya baik2 saja, kami sdh Ada pprs Jadi Tdk Ada developer lagi disini. Parkir banyak, mobil Pertama free mobil selanjutnya mmg bayar perjamnya. Gk Ada pungli.

    Like

    Reply
  24. Lia R

    Saya mau sedikit Sharing tentang Green Pramuka, Saya penyewa di GP di Chrysant tower, awal mula sy sewa melalui marketing karena sy tidak mengenal satu penyewa pun. Tawar menawar mengenai harga sebulan dengan alot dan saya dikenakan deposit. Ok lah gak masalah, perjanjian tiap bulan yg saya bayar adalah biaya listrik dan air. Untuk biaya maintenance dll dibayar oleh pemilik, kunci akses keatas saya minta tambahan dan dikenakan biaya 100 ribu oleh marketing. Saya sewa tgl 25, tgl 1 marketing menelpon sy mengingatkan utk byr listrik, sy bilang kan sy baru beberapa hari kok udah byr listrik. Mkt bil gak apa mbak nanti sy akan byr in aja dulu. Tp stlh itu mkt byr dan memberikan slip transfer ke saya,kaget juga sy krn hrs membayar 300 ribu utk air dan listrik. Sy minta perincian perhari ke pengelola mrk tdk bisa kasih akhirnya ya sudahlah saya akhirnya byr ke mkt sesuai dgn yg pengelola berikan krn sy tdk mau ribut. Pas ketemu dengan marketing dia bil mbak bulan ke dua harga sewa naik ya … apaaaaaa !!!! Saya gak mau dan sy putuskan untuk cari yg lain. Akhirnya si marketing bil boleh deh mbak tetap harga sewanya. Bulan ke 2 belum habis tiba2 Mkt dtg kesaya dan minta pembayaran Maintenance … what ?????? Saya protes keras dan sy bertahan TIDAK mau bayar. Sampe akhirnya marketing bilang 50 % aja mbak bayar. Saya tetap bilang TIDAK kalo saya harus byr, kembalikan uang deposit saya dan separoh biaya sewa. Akhirnya marketingnya nyerah.
    Suami saya kebutulan org asing, dia amat sangat tidak suka dgn si Marketing itu. Bulan ke 3 Mkt ngotot minta naik tp suami sy TIDAK MAU malah minta harganya disamakan dgn beberapa apart yg sudah kami liat dgn barang2 kualitas sama tp harga lebih murah SEDIKIT. Akhirnya bulan ke 3 kami pindah yg KEBETULAN kami liat pengumuman oleh OWNER yg sudah lumayan sepuh, kami hubungi dan deal dgn harga yg sama dgn yg kami liat. Walaupun barang2nya tidak semewah yg kami tempati sebelumnya, tp sudahlah krn kami sudah tidak suka dengan si MKT itu. Dan dari Owner kami mendengar cerita bahwa utk Renov beliau kalo tdk salah memakai jasa ibu Ninik ( spt yg ada tertulis diatas). Dan hasilnya memang tidak maksimal, apa krn sang OWNER sudah sepuh jd seenaknya saja pengerjaannya (dijanjikan akan dipasang cermin tp smp sekarang blm terpasang, tidak ada meja samping pembatas utk dapur yg katanya bikin sempit) ? Sy pribadi dan suami merasa kasihan dengan si OWNER. Dan Owner cerita kalo aprt diputuskan utk disewakan dan minta ke mkt utk dipasarkan. Tp ternyata oleh Mkt disewakan secara harian dan mingguan tanpa pemberitahuan ke OWNER (trs uang sewanya kemana) makanya stlh tau itu, Owner lgs ambil alih dan pasang pengumuman.
    Masalah dgn Mkt yg pertama blm selesai, sebelum tgl 24 saya sudah mulai pindahan, dan saya bil kita ketemu bawa uang deposit saya kita hitung uang list dan air. Tp Mkt membatalkan pertemuan hari itu dan bilang besok. Besoknya kami dtg lagi dan kami MENUNGGU HINGGA 2,5 jam lebih. Akhirnya kami ke kantor dan sy dengan suara keras bil ke oprt dan security suruh si MKT itu datang secepatnya. Hebohlah kantor itu krn saat itu ada beberapa calon pembeli sepertinya dan mrk semua nengok ke saya (malu juga sih … tp marah sy sdh di ubun2). Gak berapa lama MKT telp bil dia di lobby, saya bil sy gak mau balik kesana jd dia yg harus ke kantor temui saya ! Dengan tergopoh2 akhirnya dtg juga dia … lgs to te point sy bil ini kunci, kembalikan uang deposit saya, potong biaya listrik sya sebesar 150 ribu, ini kunci akses kembalikan uang kunci akses saya … (sengaja lg saya bicara dengan suara keras). Mkt minta no rek saya utk transf, saya bilang mau Cash sekarang juga, awalnya dia alasan cuma ada uang cash 1 juta sisanya ditansfer. Dgn galak saya bilang Saya tidak mau saya mau CASH Sekarang ! (Masih dgn suara yg sengaja sy keraskan). Akhirnya dia keluar dan kembali dgn uang yg saya minta.
    So … dari share saya ini sebagai penyewa kita juga harus hati2 kalo mau sewa melalui MKT, minta sama MKT utk mempertemukan kita dgn OWNER, kalo MKT bil owner sibuk mendingan batal aja.
    Dan betul kata mas pemilik blog ini, kita harus lebih galak dan berani. Kalo saya gak galak mana dpt uang deposit saya hari itu juga …

    Like

    Reply
    1. Arya

      Gila marketing yg buat nyewain Unit curang juga yah owner bilang sewa bulanan eh sama dia di sewain harian, pengelola sama marketing sama2 gak beres.

      Like

      Reply
    2. Alice

      Terima kasih atas informasinya.
      Saya juga merasakan hal yang sama sebagai pemilik, apakah setelah ada demo atau orasi keberatan dari penghuni yang dilakukan selama ini sudah ada perbaikan? Saya memang tidak tinggal disitu tapi saya mendengar ada hal hal yng dikeluhkan oleh saudara saya yg tinggal di unit saya sebelumnya.

      Terima Kasih

      Like

      Reply
    3. cavernosa

      terima kasih atas sharingnya bu, hal2 seperti ini memang sudah jadi makanan sehari2 kami para penghuni dan pemilik, jangankan penyewa, pemilik aja dikadalin sama pengelola GREEN PRAMUKA, apalagi cuma status sewa, mungkin begitu pikir mereka.

      Like

      Reply
  25. SARIE

    Biarkan mereka yang menzhalimi tertawa terbahak bahak melihat kami menangis dan terancam,
    Biarkan mereka merasa lebih kuat dibalik pihak-pihak tertentu,
    Biarkan mereka merasa super karena punya kewenangan,
    Bahkan manajemen pemerintahan pun berprinsip keadilan, kesejahteraan masyarakat,.
    Badan Pengelola diberi kewenangan mengatur komplek rumah susun sudah merasa hebat dan sombong, tutup mata, tutup telinga, tutup mulut.
    Biar Allah yang menutup mata, menutup telinga dan menutup mulut mereka untuk selamanya.
    Kezhaliman tidak akan pernah menang, kapanpun, dimanapun.

    Like

    Reply
  26. Arief

    Mohon kepada developer atau pemerintah terkait untuk memperhatikan sarana ibadah (Masjid) yang sangat tidak memadai. Sempit dan tempatnya di basement paling sudut. Kalau mau sholat jumat tempatnya di tempat parkir motor kemudian terpaksa harus geser geser motor untuk ditempati sholat. tempatnya pengap, bising lagi bunyi deru motor yang lalu lalang dan bunyi pembuangan AC. Ini negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya developer dan pengelola serta pemerintah setempat peduli terhadap keyakinan umat beragama. Kecuali kalau di otaknya sudah berubah berdasarkan Keuangan Yang Maha Kuasa.

    Like

    Reply
  27. david panjaitan

    dear all…nama gw david….thanks berat sharingnya…dr td pagi hari inini gw browsing2 di aprtmn gp ini …tiba2 kepikiran ngecek soal komplain aptmn….ketemu blog ini… ga jadi deh.. buat acho n teman2… keep fighting ya…percaya deh yg bener pasti menang even takes time…ga bs bantu banyak tp kl butuh investigasi soal trio pemeras yg ditulis di atas mungkin bs bantu…ga tau jg apa yg mau invetigasi…rumahnya kali ya biar bs di demo….tetep semangat acho n friends

    Like

    Reply
  28. rcm

    Sedang tertarik utk membeli apt GP, tp kemudian melihat postingan ini. Bagaimana kondisi terakhir di bl Sept ini? Apakah ada perbaikan? Atau masih tetap sama dgn segala keributan dan premanismenya 😦 ?
    Smoga para penghuni apt GP bisa mendapatkan apa2 yg dituntut kpd pihak manajemen selama ini… Amin

    Like

    Reply
  29. elsi

    Mas terima kasih banyak udh ngpost ini, padahal saya lagi berminat sekali unt beli di apartmen GP, saya jadi mundur mas, sy sering ngelewatin apartmn GP pulang-pergi kerja, dan sy liat ada spanduknya, tapi ga ngeh ternyata ini kejadiannya
    mudh2n mslh nya cpt slesai ya mas

    Like

    Reply
  30. Nana

    Hari ini, tdi pulang kantor baca tulisan comercial field diaktifkan mulai tgl 6 oktober, bagi member yg parkir di vomercial giels diwajibkan membayar, maksudnya apa?? Jdi walaupun udah bayar 200rb. ga boleh parkir di D lagi? Harus di Basement yg sempit dan klo malem menyeramkan itu???

    Like

    Reply
  31. diki

    Sekarang muncul lagi permasalah dari parkiran.. (6 oktober 2015)
    Parkiran sudah tidak boleh di ground floor lg, mesti di basement 2, yg sudah tidak mencukupi..
    alhasil setiap malam, sudah penuh sekali, pdahal di ground floor dan basement 1, masih banyak yang kosong.
    Saya sangat menyesal membeli apartemen dsini, bnyak keanehan dari semua peraturan yang tidak jelas. Padahal sudah 1 tahun menghuni.. (tower bougenvile). Yang paling kentara masalah parkiran dan IPL yng sangat mahal…

    Jadi saran saya harap berhati hati apabila invest disini, kcuali klo kita sewa/ kontrak,, mungkin asumsi seperti kosan,, tidak betah tinggal cari yang lain lagi.

    Like

    Reply
  32. willi

    thx buat tulisannya.. sy jadi tambah pengetahuannya. apt. ga beres, murah tapi banyak biaya ga jelas & ga nyaman ini itu.. awalnya doang murah kali makanya orang pada beli/sewa taunya ancur kyk gitu..

    Like

    Reply
  33. Mita

    Saya pemilik salah satu unit di tower scarlet.. Masih dalam tahap pembangunan jadi belum serah terima kunci.. Kemaren si dibilanginnya perkiraan pertengahan 2016..

    Barusan saya dpt telp dari sales marketing saya.. Katanya,, jika saya setuju,, saya diminta DP untuk vendor interiornya sekitar 3 jt ke no rek si sales… Karena per januari thn depan harga vendornya naik hampir 2x lipat (smpe 120jtan).. Jd diminta dp dulu buat ngiket harga.. Soalnya klo pake vendor luar bsa kena 40jtan buat fit out…

    Zzzzzz bgt deh.. Aneh soalnya kenapa dp nya ke no rek sales? Trus masa iya fit out smpe 40 jt?? Saya baru ini si punya apartemen… Tp pengalaman nyokap si nggak ada begini2an… Baik di aprtmenen tengah kota kaya jakarta residence,, maupun apartemen rusunami kaya kalibata city…

    Tau gini mending beli di kalibata city ya…. Lebih deket dari rmh ortu lagi.. Jadi menyesal…

    Like

    Reply
    1. olive

      Dear mb mita,
      Saran saya jgn pernah bayar apapun kalo Tidak ada bukti pembayaran dari pengelola,itu Sudah pasti masuk kantong pribadi marketing,yang kapan saja bisa kabur. Lah yg udah ada bukti kop surat pengelola aja ga jelas kemana duitnya mba, beware aja…

      Like

      Reply
    2. Irfan

      Dilama-2in aja serah terimanya, setidaknya sampai kondisi membaik. Karena kalo sudah serah terima bakal dibebankan biaya2 yg gak masuk akal. Kecuali kalo mau dijual lagi

      Like

      Reply
  34. anto

    apartemen ini nilai positif hanya dekat jalan tol saja yg lain nilainya negatif dari parkir, serah terima sertifikat, pengelolaan lift, baiya perbulan, dll semua hancur parah. sangat kecewa beli apartemen ini

    Like

    Reply
  35. Danz

    Miris membaca postingan dan bbrp komentarnya.
    Saran saya sebagai sesama penghuni apartemen (saya tinggal di apartemen city resort cengkareng), sebaiknya segera bersatu membentuk PPRS.
    Pengelola yang masih ditunjuk atau menjadi rekanan pihak developer jarang ada yang beres, di apartemen city resort pun dulu begitu (sekarang uda terbentuk PPRS).
    Contoh lain adalah apartemen city park (subsidi) dan sebelahnya yaitu apartemen city garden di cengkareng yang semrawut, khusus di city park, pengelola maupun security sering didemo.
    Apartemen Menara Latumenten di Jembatan Besi pun sekarang telah terbentuk PPRS melalui proses berdarah (silahkan di googling dan nonton youtubenya).
    Jadi saran saya, segera bentuk PPRS yang transparan, bertanggung jawab, agar tidak terus-terusan dizolimi oleh pihak developer dan pengelola.
    Terima Kasih.

    Like

    Reply
  36. Aldo

    Saya iseng-iseng browsing dan ternyata ketemu website ini.
    Tolong saya di invite di grup p3rs donk,saya penghuni di tower biru biar bisa berjuang bersama.

    Mau menambahkan sharing tentang GP pengalaman saya teman2.
    Saya beli unit tahun lalu akhir 2014, dengan marketing bersaudara (inisial M dan satu nya lg lupa saya namanya,tapi dua2 nya mereka dari suku B*t*k,bukannya saya SARA tapi harus diwaspadai saja orang nya bukan sukunya),beli dari tangan kedua jadi saya untuk PBB belum disuruh bayar karena sudah dilunasin sm penjual dulu.
    Sebelum deal,saya tanya soal izin fit out,marketing bilang bisa cuman bayar deposit 2,5 jt dan nanti dikembalikan. Setelah deal, 2015 aturan berubah tiba2 seperti td yg diatas BENAR adanya. Setelah berantem dan marah2 akhirnya nyaris ga bayar kecuali kitchen set (tapi ya modalnya siap sarung tinju,preman harus dibalas preman,dipanggil polisi gampang diatur juga, nanti kalau pake hukum tinggal main di pengadilan juga santai).
    Dan ada satu pengalaman kurang ajar dari marketingnya itu bisa dibuat pelajaran kelak,
    Saya cuman dikasih kunci pintu dan akses card 1.
    Awalnya saya tidak tahu karena tidak pernah diberitahu marketingnya,lalu saya setelah tinggal hampir 3-4 bulan (sekitar september 2015),saya diberitahu oleh teman saya yg juga tinggal di GP bahwa ternyata harusnya dikasih 2 kunci dan 2 akses card. Saya jd bingung dan bertanya-tanya dimana kunci saya satunya dan akses cardnya.
    Saya telp marketing saya dan setelah didesak baru MENGAKU bahwa kunci tersebut dan akses card nya di pegang mreka berdua. GILA AJA!! Bahaya juga kalau mreka berdua bisa masuk unit saya tanpa saya ketahui,lebih gilanya mreka ga ngaku lo awalnya. Setelah marah-marah dan bersiap buat pengaduan di polisi besoknya dengan ancaman pasal 362 KUHP, baru mereka mau kasih, itu juga mereka masih ping pong bahwa kunci ada di pegang M atau satunya. Setelah marah2 lagi dan mau ke kantor polisi,diperjalanan orang yg satunya itu telpon dan bilang kuncinya ada di dia dan mau dikasihkan. Buat perhatianya kedepan tolong dicek kuncinya.
    Amit2 capek saya,harus marah-marah yang tidak perlu,buat pengalaman aja,tolong selain yang diatas itu diperhatikan,juga baca baik2 adendumnya, dan PERHATIKAN, DALAM UU SARUSUN PPJB HARUS DIDEPAN NOTARIS, KENYATAANNYA KITA PENGHUNI DIBAWAH TANGAN. Cuman capek juga saya apabila harus maen ke pengadilan gara2 masalah gini,semoga kita bisa bersatu deh biar lebih kompak dan kuat baru ayo maen ke pengadilan bareng biar otak pengembang dan pengelolanya rada “normal” sedikit.
    Terima kasih buat perhatiannya semoga berguna tulisan saya untuk pembeli yang hendak membeli di GP.
    NB: kalau ada yang tidak terima dengan tulisan saya,mohon maaf sebesar-besarnya tetapi inilah kenyataan yang sebenarnya.Terima kasih

    Like

    Reply
  37. Marina

    Salam kenal…saya akhir tahun mau serah terima kunci di GP…sdh terlambat untuk backout juga…sepertinya harus bersatu dengan sepuh dr tower lain untuk fight bersama…perlu saran dr penguni lain supaya ada bekal menghadapi peperangan kedepannya…..jd langkah pertama apa nih yg harus dilakukan??? Ada no grup penghuni GP kah??

    Like

    Reply
  38. Jon

    Saya waktu pertama launching beli 2 unit di tower kedua.
    namun baru dalam proses pelunasan…udah keliatan pengembang tdk profesional alias amatir maklum baru masuk dlm dunia properti kayake…..dah gitu baru ketahuan yg punya cixx mexxx. gilee ajah.
    mulai dari surat hingga serah terima unit sarat dg tipu tipu….yaudah, krn batin gak tenang akhirnya baru nyicil 5 bulan ane jual tuh 2 units….. ternyata bener…pengembangnya biaxxx.

    Like

    Reply
  39. Martin

    Blog yang sangat bagus dan berdasarrkan bukti dan fakta …. semakin banyak orang yang menulis blog seperti inii , semakin kecil nanti nya untuk ada nya developer yang nakal yang membohongi masyarakat.

    Seharusnya UU indonesia sudah saat nya di perketat untuk menindak developer seperti ini dan penjarakan mereka.

    Saya pernah meng rekomendasi ke teman untuk apartment Green Pramuka, untung teman saya tidak jd membeli unit di Green Pramuka.
    God Bless

    Like

    Reply
  40. Julia

    Saya bs gabung ke grup penghuni ? Saya beli unit di tower orchid, janji des serah terima. Tapi ternyata sampai saat ini masih belum ada tanda” sama sekali. Dan membaca artikel ini, lemes rasanya 😦

    Like

    Reply
  41. David

    Awalnya Green Pramuka ini utk menyasar ekonomi menengah,..eeehh malah masuk kandang Singa habis2an diperas. Turut prihatin buat warga GP. Semoga ada tindak lanjut dari Pemprov DKI (Pak Ahok)

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s