Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya

 

Penghuni Green Pramuka Tolak Bayar Pungutan Liar

Sejumlah Penghuni Green Pramuka City yang merasa kecewa, menuntut sertifikat dan menolak bayar biaya-biaya yang mirip “pungutan liar”.

Waspadalah sebelum membeli Apartemen Green Pramuka City. Ya, saya hanya ingin Anda waspada, bukan melarang Anda beli. Mohon jangan salah paham. Tulisan ini hanya bermaksud menceritakan pengalaman Saya tinggal di Apartemen Green Pramuka City, tanpa bermaksud ingin menghina atau menuduh pihak manapun. Semua yang saya sampaikan di sini adalah fakta dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sekitar 2 tahun yang lalu (09 Feb 2013), saya membeli sebuah unit di apartemen green pramuka city, jakarta pusat. Yang menarik saat itu adalah, di brosur dan websitenya tertulis bahwa nantinya apartemen ini akan berkonsep green living, dimana 80 persennya adalah halaman terbuka. Wow, menarik bukan? Ternyata saya harus menelan rasa kecewa, karena saat ini, apartemen green pramuka city sedang membangun 17 tower di atas lahan tersebut. Jadi, ke mana nanti perginya 80% area terbuka alias green living yang mereka janjikan seluas puluhan hektar tersebut? Entahlah, ini Kekecewaan pertama yang saya rasakan. Mimpi saya tinggal di apartemen yang punya halaman hijau 10 Ha, harus saya kubur dalam-dalam.

Lahan terbuka Green Pramuka yang hanya janji

Lahan terbuka Green Pramuka yang bisa jadi hanya janji manis di websitenya.

Cover brosur apartment green pramuka city tahun 2013.

Cover brosur apartemen green pramuka city yang masih saya simpan sejak saat membeli, bulan februari tahun 2013.

Selayaknya orang kecewa, Saya berusaha menghibur diri, okelah.. sepertinya Jakarta membutuhkan hunian vertikal yang lebih banyak, dan mungkin dengan dibangunnya tower-tower ini bisa membantu warga yang memiliki kebutuhan tempat tinggal di tengah kota dengan biaya yang masih bisa dijangkau. Mengingat mahalnya harga rumah di jakarta saat ini. Namun ternyata, kekecewaan yang ada tidak sampai di situ, kali ini yang kecewa adalah para penghuni tower faggio dan pino, mereka adalah penghuni tower tahap awal di sini, sertifikat yang dijanjikan akan diterima setelah 2 tahun oleh para penghuni tower tahap pertama, ternyata hingga tulisan ini ditulis, masih tak kunjung datang, padahal para penghuni tower tahap pertama sudah tinggal di sana hampir tiga tahun dan banyak yang sudah lunas. Ketidakjelasan sertifikat ini adalah hal yang paling sering dikeluhkan banyak penghuni di tower pertama, hal itu pula yang membuat mereka kesal, hingga ada warga yang sampai memasang spanduk sebagai bentuk protes, bertuliskan “Mana Sertifikat Kami” di balkon mereka. Intinya, mereka merasa kecewa oleh pengembang apartemen green pramuka city, karena yang dulunya dijanjikan 2 tahun, ternyata pengembang belakangan bilang bahwa sertifikat kemungkinan besar baru akan diserahkan setelah 17 tower selesai semua, padahal beberapa di antara mereka sangat membutuhkan sertipikat itu. Ada yang ingin menjual investasinya, ada yang ingin menjadikan jaminan ke bank buat modal usaha, dan lain-lain.

Selain masalah sertifikat, saat ini pengelola apartemen green pramuka city mengeluarkan kebijakan yang dirasa sangat sepihak oleh warga, seperti masalah perparkiran apartemen. Sebagai info, di apartemen green pramuka city, kita dibebankan tarif parkir mobil berlangganan sebesar Rp.200rb perbulan, namun sebagai member kita HANYA boleh parkir di basement 2, jika anda berani parkir di area lainnya, maka anda akan dikenakan lagi biaya parkir regular yang perjamnya Rp.3000 pada jam tertentu. Luar biasa, bukan? Sebagi informasi, Basement 2 adalah lantai parkir paling bawah dan  sangat berdebu saat tulisan ini ditulis, karena hitungannya masih baru dibangun. Bayangkan semua mobil member parkir di B2, sempit dan penuhnya minta ampun, saya sih gak kuat liatnya. Ditambah lagi, tak ada lift dari bawah sana untuk menuju ke lobby, jadi sebagai penghuni anda harus kuat dan harus selalu muda. Saya pernah mengajak Ibu saya pertama kali, saya kaget karena baru sadar bahwa ternyata di B2 tidak ada lift ke lobby, akhirnya terpaksa lewat tangga dan beliau sangat kesakitan kakinya ketika harus naik tangga dari basement 2 ke lobby.

Sikap saya terhadap peraturan sepihak ini adalah jelas, MENOLAK. Saya tunaikan kewajiban saya bayar parkir Rp. 200rb perbulan, lalu saya parkir di area parkir manapun yang tersedia. Setiap saya ditagih biaya perjam lagi saat keluar, saya dengan tegas menyatakan tidak mau bayar double, kan saya sudah langganan, saya hanya menunjukkan kartu member parkir saya. Bahkan saya pernah sampai memarkir mobil saya di gate sampai petugasnya mau membukakan pintu parkir.

Larangan parkir di GF dan B1

Pengumuman di lift tentang Pembatasan area parkir penghuni, masih menempel hingga tulisan ini dibuat (8 Maret 2015).

Sangat disayangkan karena peraturan ini, tidak pernah dimusyawarahkan ke penghuni, tiba-tiba saja mereka mengeluarkan aturan sepihak dengan cara memasang selebaran di lift dan spanduk di area parkir. Padahal kalau pengelola mau duduk bareng dengan warga, jelaskan ke kita laporan keuangan mereka, kita pasti support kok kalau memang harus ada kenaikan. Saat ditanya kenapa kita cuma boleh parkir di B2 padahal ada 2 lantai lagi yang bisa dipakai, alasan mereka karena menurut UU Rusun, sebuah Rusunami itu hanya wajib menyediakan lahan parkir 1:10, masalahnya.. apakah apartemen green pramuka city ini termasuk rusunami sederhana biasa? karena di awal, kita sudah membayar BIAYA PENINGKATAN MUTU saat membeli unit yang jumlahnya sangat besar (mencapai Rp. 80 juta), biaya ini dipakai untuk meningkatkan mutu apartemen green pramuka, baik dari sisi material bangunan maupun fasilitas penunjang. inilah yang membedakan green pramuka dengan rusunami sederhana lainnya, kita BAYAR LEBIH untuk mutu, untuk fasilitas, untuk kenyamanan. Lalu jika kita sudah bayar peningkatan mutu dengan biaya yang mahal, kenapa regulasinya masih berpatokan pada rusunami sederhana? mengapa lahan parkirnya masih harus dibatasi 1:10? Seandainya area parkirnya memang sedikit sih kita pasti paham, masalahnya area parkir di Green Pramuka City itu sebenarnya cukup luas, ada 3 lantai, tapi sebagian besar area parkirnya malah mereka jadikan area parkir komersil dan mereka tutup dengan rantai, padahal ini hunian bukan Mall, penghuni malah dipaksa sempit-sempitan di B2, kan aneh cara berpikirnya. Makanya jangan heran, dengan adanya biaya peningkatan mutu itu, harga apartemen di green pramuka city tidak bisa dibilang murah, tahun ini tower barunya bisa mencapai hampir Rp. 700 jutaan, setahun yang lalu masih sekitar 400 jutaan, setahu saya seharusnya kalau Rusunami sederhana tidak boleh semahal itu. Belum lagi, sebagai member kita sudah membayar uang langganan parkir Rp. 200rb perbulan, masa tetap cuma dikasih lahan parkir 1:10 layaknya rusunami biasa yang tak ada biaya peningkatan mutunya? di sinilah anehnya bentuk ketidakadilan yang saya dan warga lainnya rasakan.

Padahal, dalam UU Rumah Susun atau Apartemen, pengelola hanyalah pihak yang ditunjuk penghuni untuk mengelola segala aset yang dimiliki penghuni, jadi sudah selayaknya segala penetapan biaya dan kebijakan, semestinya dimusyawarahkan dulu oleh penghuni. Hal-hal yang dilakukan pengelola apartemen green pramuka city semacam inilah yang dirasa sangat merugikan warga. Sebagai perbandingan, apartemen yang lebih mewah seperti MOI, untuk mobil pertama gratis biaya parkir bagi penghuni.

perbandingan IPL apartemen di jakarta

perbandingan IPL apartemen di jakarta saat tulisan ini dibuat, bisa berubah sewaktu-waktu (08/maret/2015).

Selanjutnya tentang Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Per-bulan maret 2015, apartemen green pramuka city menaikkan biaya maintenancenya tak tanggung-tanggung, naik sebesar hampir 43%, dari yang tadinya 9.500/m2 menjadi 14.850/m2 (setelah ppn). Artinya, Saya harus bayar biaya maintenance sebesar Rp. 14.850 X 33m2 = Rp. 490.050 per-bulan. Luar biasa, padahal fasilitasnya standard aja. Saat tulisan ini dibuat, belum ada fasilitas istimewa seperti sauna, tempat gym, lapangan tennis, golf dll,  silakan buktikan sendiri. Saya sangat bingung, karena di apartemen yang sekelas green pramuka city, kalau berdasarkan catatan di atas, IPL-nya rata-rata hanya Rp.9000/m2, contohnya saja apartemen Grand Palace dan Gading Nias (lihat gambar di atas, meski bisa saja berubah seiring waktu).

UPDATE BIAYA IPL: 
Per hari ini, 23 Februari 2016, lagi-lagi penghuni menerima “surat cinta” di kolong pintu. Ya, biaya maintenance bulanan alias IPL naik lagi per bulan April 2016. Tak ada musyawarah dengan warga, tak ada obrolan, langsung aja dinaikkan semaunya pengelola. Tak tanggung-tanggung, naiknya jadi Rp. 18.700/m2 (setelah PPN). Artinya, Saya harus bayar biaya maintenance sebesar Rp. 18.700 X 33m2 = Rp. 617.000 per-bulan. Padahal fasilitasnya itu-itu aja, ga ada yang bertambah.

Yang paling membuat kesal saya adalah masalah Fitting Out atau renovasi. Saat kita beli sebuah unit di apartemen green pramuka city, pastinya masih kosong, hanya unit dan kamar mandi. Yang akan kita lakukan sebagai penghuni adalah melakukan fitting out atau renovasi seperti pasang AC, Kitchen set, TV, wallpaper dll sesuai kebutuhan dan kemampuan. Namun apa yang terjadi, jika kita membawa kontraktor atau tukang renovasi di luar vendor rekanan mereka, pengelola apartemen green pramuka city mewajibkan kita membayar sejumlah uang yang mereka sebut “biaya ijin” atau “biaya supervisi”, Padahal jelas-jelas di buku house rules yang mereka buat, biaya-biaya itu tidak ada, syarat renovasi yang sah itu cuma bayar 1 juta buat deposit dan uang sampah 500rb. Lalu biaya supervisi ini apa urusannya coba? itu kan unit kita, ya terserah kita dong mau pasang apa aja di dalamnya. Tapi mereka malah mengeluarkan semacam “pricelist biaya ijin” yang tidak ada di perjanjian saat serah terima maupun di dalam buku panduan (house rules) yang diberikan ke kami. Pricelist inipun munculnya di awal 2015, dulunya tidak ada, katanya peraturan baru. Duh, semudah itu mereka bikin peraturan tanpa ada sosialisasi dan musyawarah dengan penghuni. Pricelist ini masih ada hingga saat tulisan ini diposting, yaitu tanggal 08 Maret 2015. Apakah ini termasuk “pungli” atau pungutan liar? atau ini adalah indikasi monopoli usaha? silakan simpulkan sendiri.

Pricelist siluman untuk biaya renovasi

Pricelist tambahan biaya untuk ijin renovasi yang tidak ada di house rules yang disepakati di awal.

Lihat saja betapa gilanya pricelist di atas, kalau kita ikuti aturan ini, bahkan kita mau pasang cermin saja harus bayar ijin Rp. 50ribu, entah apa alasannya. Coba deh anda pikir pakai akal sehat dan hati nurani, ini rumah anda, lalu saat anda mau beli sesuatu untuk rumah anda, mereka minta duit, apa dong namanya kalau begitu? apakah ini bisa dibilang “Biaya Preman“? saya tidak tahu, yang jelas ini tidak ada di kesepakatan awal, tidak pernah dimusyawarahkan dengan warga dan juga nilainya sangat mahal, misalnya pasang bracket TV anda harus bayar Rp.200 rb, padahal harga bracketnya saja cuma Rp.150 ribu. Oh ya, itu harga untuk biaya ijin sehari loh ya, kalau pengerjaannya lebih dari sehari ya tinggal dikalikan (baca catatan kaki pada gambar di atas) :)

Saya waktu itu memutuskan untuk tetap pakai kontraktor luar karena saya dari jauh hari sudah bayar DP dengan kontraktor luar, tapi saya ngotot tidak mau ikuti aturan pricelist di atas karena menurut saya ini melanggar kesepakatan house rules yang mereka buat sendiri, awalnya saya diminta bayar Rp. 30 JUTA untuk biaya ijin full renovasi selama sebulan, tapi saya tolak karena terlalu mengada-ngada dan tak masuk akal. Namun ujungnya setelah berdebat lama, saya akhirnya kalah dan terpaksa harus tetap membayar biaya sebesar Rp. 891.000 sebagai biaya supervisi supaya kontraktor saya bisa mendapat izin kerja. Bayangkan, dari 30 juta jadi 891rb, entah peraturan macam apa ini. Itupun Saya terpaksa bayar karena saya tak punya pilihan lain, karena saat itu saya sudah bayar DP ke kontraktor saya, jadi tak mungkin saya batalkan, kalau saya batalkan DP hangus.

UPDATE APRIL 2015:
Soal pajak PBB. Ini yang paling bahaya menurut saya. Baru-baru ini, mulai tanggal 10 April 2015, seluruh penghuni mendapatkan surat edaran yang lagi-lagi hanya dimasukkan di kolong pintu, mengenai penagihan pembayaran PBB. Setelah saya baca, saya bingung sekali, karena pihak pengelola apartemen green pramuka city menagihkan pajak tanpa ada Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) dari dinas pajak, jadi di surat edaran itu dia langsung tulis sendiri angka yang harus kita bayar, tanpa ada sedikitpun perincian pajaknya. Setahu saya, dimana-mana kalau bayar pajak PBB itu ya harus ada penjelasan dan perinciannya, berapa luas tanah, berapa luas unit kita dan perhitungan pajak lainnya, supaya bisa kita kalkulasi dan validasi kebenarannya. Yang bikin saya makin bingung, seenaknya kita diminta transfer uang pajaknya ke rekening pengelola, padahal yang namanya pajak setahu saya setornya ke dinas pajak, ya saya sih sebagai wajib pajak tentu khawatir kalau harus setor uang pajak ke rekening yang bukan milik pemerintah, karena saya ngga mau kalau nantinya uang pajak saya diselewengkan pihak tertentu. Prinsipnya, sebagai wajib pajak, saya cuma mau bayar pajak ke pemerintah, karena memang begitu seharusnya.

 

Surat edaran PBB Green Pramuka

Surat edaran PBB Green Pramuka City tanpa SPPT dan tanpa perincian pajak, tertanggal 10 April 2015.

Hak wajib pajak

Hak Wajib Pajak yang benar. Sumber: http://www.pajak.go.id/content/seri-pbb-surat-pemberitahuan-pajak-terhutang-sppt-pbb

Saya kurang tahu juga, apakah dinas pajak sudah tahu akan hal ini, yang jelas pihak pengelola apartemen green pramuka city sudah membuat aturan seperti ini. Saya bukannya menuduh, tapi kalau uang pajak saya masuk ke rekening yang bukan milik dinas pajak, saya khawatir bisa terjadi penggelapan atau penyelewengan pajak di apartemen green pramuka city, karena prosedurnya tidak sesuai dengan yang sebagaimana mestinya. Kalaupun memang tak ada SPPT karena sertifikatnya belum dipecah, paling tidak ada surat resmi dari dinas pajak yang memberikan penjelasan soal itu, serta dilampirkan perhitungan dan perincian resmi dari dinas pajak untuk kita para wajib pajak, supaya warga merasa aman dan percaya, bukan dengan surat edaran sepihak seperti ini. Saya selalu dan pasti akan selalu bayar pajak, asal jelas dan sesuai UU, bukan dengan cara seperti ini. Kacau lah pokoknya :) )

Jadi saran saya, waspadalah saat anda ingin membeli unit di apartemen green pramuka city. Saya hanya tidak ingin anda menyesal kemudian seperti Saya. Setidaknya, tunda dulu hingga ada kejelasan peraturan dan tarif dari pengelola. Tapi jika anda tetap ingin beli unit di sini ya silakan, saya hanya memberikan pertimbangan. Jika anda ingin konsultasi dengan perhimpunan warga di sana, silakan hubungi mereka di:

Berikut beberapa tulisan mengenai permasalahan Apartemen Green Pramuka City yang sudah dimuat media:

Beberapa dokumentasi foto-foto saat penghuni apartemen green pramuka berjuang turun ke jalan, melakukan aksi damai menuntut haknya kepada pengelola:

Warga Green Pramuka Pria dan Wanita, Tua dan Muda Bersatu Turun Ke Jalan Demi Menuntut Haknya

Warga Green Pramuka Pria dan Wanita, Tua dan Muda Bersatu Turun Ke Jalan Demi Menuntut Haknya

Warga Green Pramuka Demo Setiap Minggu Tanpa Henti

Warga Green Pramuka Demo Setiap Minggu Tanpa Henti

Warga Green Pramuka Orasi Menuntut Haknya dari Pengelola

Warga Green Pramuka Orasi Menuntut Haknya dari Pengelola

Warga Green Pramuka Melakukan Aksi Karena Merasa Ditipu

Warga Green Pramuka yang kecewa melakukan Aksi Karena Merasa Ditipu

Warga Green Pramuka Memegang Spanduk Menuntut Tanggung Jawab Pengelola

Warga Green Pramuka Memegang Spanduk Menuntut Tanggung Jawab Pengelola

Warga Green Pramuka yang Kecewa Melakukan Aksi di Depan Gerbang

Warga Green Pramuka yang Kecewa Melakukan Aksi di Depan Gerbang

Warga Green Pramuka Melawan Kezaliman Pengelola Meski Harus Panas-Panasan di siang Hari

Warga Green Pramuka menuntut janji Pengelola Meski Harus Panas-Panasan di siang Hari

Warga Green Pramuka Bertahan untuk Orasi di Jalan untuk Melawan Kesewenangan Pengelola

Warga Green Pramuka Bertahan untuk Orasi di Jalan untuk menolak Kebijakan Pengelola yang merugikan warga.

Warga Green Pramuka dilarang masuk rumah sendiri yang diblokir security

Warga Green Pramuka yg melakukan aksi damai diblokir security.

 

 

 

 

 

 

 

 

212 thoughts on “Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya

  1. Ahmad Vesuvio

    Wah kejam bener ya mas.

    Saya penghuni di Apartemen Sunter Parkview yang letaknya ngga jauh dari Green Pramuka. Sebagai perbandingan saja untuk bahan evaluasi anda terhadap manajemen green pramuka. Kalau di Sunter Park View biaya IPL nya 11.000/meter persegi (baru naik bulan maret 2015 dari sebelumnya 9000/ meter persegi. Itupun dengan alasan UMP DKI Jakarta yang sudah naik.

    Untuk parkir kami dikenakan charge Rp. 100.000 untuk mobil per bulan dan 35.000 untuk motor per bulan. Di sini ngga ada basement, kami parkir di gedung parkir 8 lantai dan lahan parkir yang walaupun terbatas tapi satpam di sini bersedia menjadi tenaga valet (dengan biaya 10 ribu rupiah) untuk mengatur parkir agar rapih. Namun demikian di sini penghuni hanya boleh mendaftarkan parkir berlangganan maksimum 1 mobil dan 1 motor (untuk unit 2 bedroom) atau 1 mobil atau 1 motor saja (untuk unit 1 bedroom).

    Membaca tulisan anda,saya jadi bersyukur dahulu tidak memilih untuk tinggal di apartemen green pramuka. Semoga masalah di green pramuka cepat mencapai titik terang antara pengelola dan warga :)

    Amin.

    Reply
    1. ibrahim harahap

      Ini modus umum pengembang nakal. Untuk menangkalnya sbb :
      1. Saat mau beli perhatikan mana milik sendiri dan mana yg milik bersama. Kemungkinnan lahan parkir tsb milik perorangan dan bukan milik bersama. Jadi penghuni harus bayar
      2. Kalau blok aparteman sudah rada penuh, segera bentuk pprs dan alihkan pengelolaan apartemen dari developer ke pprs. Ingat developer punya hak suara atas unit yg belum laku. Dengan pprs semua bisa diatur oleh penghuni sendiri
      3. Segera hurus pengalihan hak sertifikat dari developer ke masing2 penghuni, bila penghuninya sudah rada penuh. Karena sertifikat yg belum balik nama tsb, biasanya tetap dijadikan agunan bank oleh developer untuk minjam modal bangun apartemen lain.
      4. Perhatikan luas lahan dalam brosur dengan kenyataannya. Seringnya kenyataannya lebih kecil dari brosurnya. Sehingga pembeli membayar lebih ke developer. Kadang terlihat, dalam brosur 2 lapangan tenis, kenyataannya hanya 1.
      Bila sudah diketahui, baru putuskan mau beli atau tidak.

      Reply
      1. david

        Itu koplak namanya,,,
        Dalam ketentuan bahwa 1 tahun setelah serah terima pertama unit maka developer wajib memfasilitasi pembentukan P3SRS dan dasar hukumnya adalah UU dan PP tentang satuan rumah susun. Semua unit punya hak suara yang sama yaitu 1 suara kecuali untuk keputusan service charge didasarkan pada NPP (luas kepemilikan bangunan). Untuk itu, harus dibedakan antara benda bersama dan tanah bersama. Lahan parkir termasuk tanah bersama sehingga gak boleh dikapling2 secara pribadi apalagi oleh developer. Kalo masih bandel2, saran saya digugat ke pengadilan perdata aja, tuntut developer segera menyerahkan pengelolaan ke P3SRS dan kembalikan tanah bersama dan benda bersama ke pemilik rusun.

        Silahkan dicoba,,,
        Saya tinggal di Sunter Icon,,,

        Reply
    2. Jonathan

      Setuju dengan Pak Ibrahim Harahap.. Harus dilawan developer yang semena-mena seperti itu.. Ambil contoh kericuhan di Apartemen Menara Latumenten, penghuni bersatu membentuk PPRS sehingga developer tidak bisa lagi menerapkan kebijakan mereka yang semena-mena..

      Reply
    3. ARIEF

      Pemerintah segera turun tangan terhadap transaksi jual beli unit apartement yang nilainya ratusan juta rupiah hanya dilakukan dibawah tangan (tanpa dilakukan di depan Notaris). PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) hanya dilakukian antara pembeli dan developer.

      Reply
  2. choirul

    Akhirnya kok bisa keluar ijin fitoutnya.. Bayar berapa jadinya mas?
    Pengelola spt ini harus terus kita lawan sampe dapet perhatian pemerintah daerah … Semoga segera dapat diselesaikan dengan baik dan memenuhi rasa keadilan

    Reply
    1. Acho Post author

      Keluar ijinnya, karena saya ngamuk-ngamuk dulu sama pengelola, itupun setelah 5 hari baru bisa ketemu managernya, ngga ada di kantor terus, susah ditemui. Bayar berapanya bisa beda-beda, aneh kan? :) )

      Reply
      1. kafi

        Tuntut pengadilan Mas. Ada UUnya kok, bahwa pengelola ditunjuk persatuan penghuni.
        Peroranga n atau kelompok bisa tuntut kok.

        Reply
  3. Daniel

    Di class action aja mas.. Ajak semua penghuni menuntu pengelola.

    Saya juga pernah tinggal di sunter park view, sesuai dengan yg diinfokan komentar di atas saya.. Cuma satu aja complaint di spv, kalo hari sabtu ada acara band yang sangat mengganggu, padahal ini kan residensial tp dipakai untuk hiburan.

    Reply
  4. irma

    thank you mas atas info nya..
    btw emang di negara tercinta kita ini masih lemah uu perlindungan terhadap penghuni..
    ibnu tadji, ketua aperssi aja mengeluhkan hal banyaknya permasalahan antara penghuni dan pengelola, dimana sikap pengelola yang cenderung seenaknya..
    tapi, apt yg 1 ini nge-xxxxnya sungguh luar biasa hehehe..

    Reply
  5. wie

    Masih ada lagi yang perlu dipertanyakan pada pengelola apartemen Green Pramuka , harga listrik yang harus dibayarkan jauh lebih tinggi dari harga tdl perumahan bahkan lebih tinggi dari harga tdl listrik kategori bisnis besar. Pajak PBB yang dibayarkan penghuni sangat tinggi pertahunnya, tanpa pernah kita tahu bukti pajak yang sebenarnya, apakah pajak yang dibayarkan benar2 di setoran ke kas negara?

    Reply
  6. Kristian

    saya tinggal di apartemen mediterania garden residence 1 tanjung duren. Barusan naik maintenance menjadi 12.000 per m2. Parkir mobil 200rb per bulan, motor 75rb per bulan. Parkirny luas, ada 3 basement, tapi hanya basement 2 yg terhubung ke lift. Spertinya jauh lebih baik drpd green pramuka.

    Reply
  7. Doni

    Salam mas, sy baru saja beli unit di green pramuka 3 bln yg lalu namun blm sy tempati. Wah kalo baca tulisan mas saya jd sedikit menyesal. Terus bagaimana solusi nya mas? Apa yang bisa saya bantu?

    Reply
    1. Acho Post author

      Kita sama-sama desak developer untuk mau berdiskusi dengan kita para warga, caranya sejauh ini dengan demo rutin tiap sabtu dan memasang spanduk “TOLAK AROGANSI PENGELOLA” di balkon setiap unit.

      Reply
      1. misterkomandan

        Memang harus ada persistensi dari para penghuninya ya.Di demo truz. Sampe kapok pengelolahnya. Sampe dilirik pemerintah dan masuk media truz.

        Reply
    2. Lusy

      Sepupu saya beli di tower 3 belum serah terima karna bayarnya cicil & kamarnya juga belum rapi tapi sudah disuruh bayar ipl, pam, pbb 2013 & 2014

      Reply
  8. Joedoe

    Apartment taman Anggrek: parkir pertama free. Mobil kedua 200rb. Apartment Thamrin residence Mobil pertama 200rb Mobil kedua 400rb. Oke lah di jantung ibu kota heheh. Di kedua apt tsb TDK ada ongkos preman utk pasang cermin.

    Reply
  9. Karl A

    Saya hampir beli disini 2 tahun yg lalu, karena katanya apt ini disunsidi pemerintah. Ternyata tidak.
    Saya jadi bertanya2, dulu setahu saya apt green pramuka itu adl apartemen bersubsidi, ternyata ada pengembang yg membeli apt tsb dan ada “biaya penambahan nilai” atau semacamnya…
    Bukankah apt subsidi adalah utk rakyat menengah? Kenapa bisa diambil alih dan dijadikan apt mahal?
    Karena hal ini saya tdk jadi beli disitu…

    Seperti ya harus ada tindakan tegas utk pengembang yg seperti ini!

    Reply
  10. Ruli Siregar

    Kasus in aja mas….ajukan pasal 372 ato 378..karena kalau sdh tidak sesuai perjanjian artinya mreka wanprestasi..itu salah satu bentuk penipuan ato penggelapan…semua kan ada stndarisasi nya…ato lapor ke perlindungam konsumen….jgn mau kt sebagai konsumen di rugikan dan di bohongin begitu….mudah2an mas bisa cepat dapat keadilan….peace…

    Reply
    1. eman

      Saya setuju…developer arrogan yg merugikan konsumen dan melanggar hukum harusmdilawan…..jangan smp konsumen ataunpenghunimapartemen dijadikan sapi perah…ayo siapa laginyg dpt melindungi konsumen/penghuninapartemen kalau bukan penghuninitu sendiri bersatu lawan kesewenang wenangan developer

      Reply
  11. Yoga

    Rumah keluarga saya kebetulan di Pramuka, dan kemaren2 sempat kepikiran buat beli di Apartment Pramuka ini, whateverlah namanya buat masa depan saya. Beuuuhh.. Untung belum bayar setelah baca ini tulisan. Ternyata pengembangnya jadi pre**n juga ya, cuma mungkin reman berdasi.

    Choose another option dah.

    Reply
  12. ruslandy s lubis

    Saya penghuni bougenville 10 FM yg juga merasakan banyaknya pungutan yg tdk sesuai dg fasilitas yg ada, pada saat fit out/renovasi ada petugas marketing resmi memperkenalkan saya dg nin*k interior dan dlm proses pekerjaannya sepakat hanya 2 bulan dg biaya 50 juta tapi akhirnya biaya hbs 62 juta dlm waktu 6 bulan, yg membuat saya aneh pada saat bawa TV sendiri kedalam hrs pake izin resmi kepengelola,;masalah parkir luar biasa sulitnya dan tdk ada fasilitas khusus utk penghuni krn siapa duluan dia yg dapat. Kapan bisa penghuni rapat akbar utk ptotes ini semua kami bersedia.

    Reply
  13. Joe

    I am very dissampointed and feeling gilty when I purchased the units 3 years ago, from the builder until in to the board of operational all they are scu****, my suggestion is Do not buy an unit on this site. You will facing a Crazy situation when u had an unit over here.

    Reply
  14. John Hutabarat

    Astaga, masih ada di Indonesia yg tercinta ini Konsumen yg sudah membeli barang tapi terus di palakin oleh penjual atau Pelaku Usaha dengan berbagai alasan….Kami di Gading Icon Apartemen sudah “Medeka” bebas dari campur tangan Pengembang untuk urus rumah tangga sendiri karena memang Hak-Hak Konsumen dilindungi Undang Undang No. 8 th 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Undang Undang No. 20 th 2011 ttg Rumah Susun. Negara kita adalah negara hukum yg telah membuat produk hukum utk melindungi rakyatnya,sehingga tidak ada praktek Negara dalam Negara atau praktek penindasan maupun penjajahan apalagi di rumah sendiri

    Reply
  15. John Hutabarat

    Di Gading Icon Apartemen, sejak tahun 2011 IPL sebesar Rp 5.500 /m2 dan Biaya Cadangan Rp 1.000 shg total Rp 6.500. Menyesuaikan kebutuhan pelayanan warga penghuni,pd tahun 2014 dalam Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) sesuai persetujuan Warga Penghuni Pemilik Unit IPL dinaikkan menjadi Rp 6.500 dan Biaya Cadangan Rp 1.000 menjadi Rp.7.500.Artinya pengelolaan kami nirlaba tetapi tetap profesional meskipun tidsk ada lagi SETORAN ke Pengembang untuk ,karena kami Pembeli atau Penghuni tidak mau memperkaya Pengembang sesuai undang undang dan sesuaii semboyan pemerintah “Menciptakan Konsumen yang Cerdas” bukan menjadikan Konsumen yang bodoh atau bego….

    Reply
    1. Albri

      Pak John, nah itu pengelola yang bener,..ada kata “..sesuai persetujuan Warga…”
      Jadi warga tenang, damai, sejahtera

      Reply
  16. ojan

    Sungguh keterlaluan, harus digugat secara class action, buat semua top level pengelolanya meminta maaf dan membayar ganti rugi, klo ga mau ya harus dimasukan bui. Laporkan ke semua media, biar pengelola yg ini kapok dan pengelola yg lain tidak mencontoh kelicikannya.

    Reply
    1. nadya

      saya juga keceawa dan marah sama Marketing nya salah satu nya ada marketing cowo yang saya bakal ingat trs kesan buruknya sama saya , tidak punya sopan santun sama konsumen !!

      lama2 ni apartement gak laku gak ada yg beli maupun sewa , kacau

      Reply
  17. Anton

    Wah parah juga neh pengelola nya… pasang cermin 50ribu? mending benturin dulu cerminnya ke kepala pengelolanya baru deh ikhlas bayar 50rb klo gw…wkwkwkw.. gw bantuin share aja deh…

    Reply
  18. Jenri_pitoY

    hari gini zaman sosial media terbuka masih ada aja kelakuan seperti ini, karena masyarakat ibukota cenderung individualistis dan tidak kompak serta cenderung mudah membayar sesuatu dengan uang, sehingga banyak perampok mencoba-coba hal-hal seperti ini, sekali lolos maka akan menjadi tuman/kebiasaan. saran saya, pertama-tama yang dibutuhkan adalah kekompakan dari para penghuni, kesatuan untuk menetapkan segala sesuatu, dipikirkan matang apa saja yang salah, kemudian apa yang benar, setelah itu beri tindakan tegas kepada pengembang. dan setuju, pengembang-pengembang br*****k seperti ini harus dipublikasikan kepada masyarakat luas, melalui berbagai media. semoga berhasil, terima kasih.

    Reply
  19. Dita

    Awalnya sempet tertarik sama apartemen ini, karena masuk kolom media online dan merupakan salah satu apartemen dari 10 apartemen termurah di Jakarta. Saat searching di google untuk cari tahu web korporat apartemen ini dengan keyword “green pramuka city” saya menemukan banyak web mengatasnamakan apartemen tersebut. Setelah saya cek satu-persatu ternyata itu merupakan web para salesnya yang berlomba memasarkan apartemen ini. Jadi sempat ragu, kok bisa salesnya kayak sales motor gini saling berlomba.

    Skip.. Skip… Pagi ini sampai kantor nyalain komputer buka fb, ada teman yang posting artikel blog ini & saat saya baca mengenaskan banget. Terima kasih atas pemilik blog ini informasinya, sehingga saya tidak jadi tertarik dengan apartemen ini.

    Saya turut sedih dengan warga apartemen ini. Semoga ada titik terang dari masalah ini. Dan semoga koh Ahok mengetahui permasalahan ini.

    Reply
  20. willyam fleoriko talim

    wah ngeselin memang kalo tinggAl di apt n management ny kacrut. Binggung jg,kit bisa berbuat apa kAlo uda jadi begini

    Curbat jg,saya tinggal di apartment puri park view,pesanggrahan.

    Masalah parkir yg paling ga bener
    JumlAh mobil n jumlah lahan parkir ny beda jau.
    Management ga bisa berbuat apa2

    Reply
  21. Oncom

    Subsidi kyknya kedok aja spy lebih mudah dapat ijin dr pemerintah. Wah kasian bgt apt pramuka ini dikelola oleh p****n. Sebaiknya lawan aja pak uda ga beres ini. Coba diaudit pembukuannya takutnya byk korupsi. Oiya 1 hal jika anda ingin membeli propeeti JANGAN membeli properti dari salah 1 developer B****K bernama PT. COWELL Tbk (Ta* Bab*k). Sekian dan terima kasih.

    Reply
  22. Richard Mukti

    Pak apa sudah dijelaskan oleh pengembang jika apartemen dgreen itu berdiri diatas HPL Angkasa Pura yg hanya berlaku 30 + 20 tahun? yang artinya penghuni hanya dapat hak huni selama 50 tahun? krn setahu saya jika masa BOT habis maka pengembang wajib menyerahkan lahan beserta gedung dan fasilitasnya kepada pemilik lahan (Angkasa Pura) dan penghuni setelah masa BOT habis dapat apa? ga mungkin dapat ucapan terima kasih saja kan?

    salam…..

    Reply
  23. dwi

    Mas, gimana ya? Saya tuh baru membeli apartemen dan akan serah terima sabtu bsk tanggal 14 maret..mau tdk mau brrti kan saya harus ko tak langsung sm pengelola baru yg super aneh itu, saya takut ada pungli2 lainnya..itu gmn ya? Dibiarkan saja atau gmn ya tindakannya?

    Reply
    1. Acho Post author

      Ya jangan dibiarkan mba, lawan.. pengalaman saya dan teman-teman yang lain, kalau kita kritis dan berani debat sama pengelola, kita jadi ga bayar. Dari situlah saya makin yakin kalau ini bukan peraturan sah, buktinya bisa beda-beda tiap orang. Kalau ibu takut, gabung aja sama Perhimpunan Warga GP, kita ada paguyuban resmi di sini, nanti kita bantu bicara ke pengelola. Saat ini paguyuban kita sudah berbadan hukum dan akan segera diusahakan supaya bisa menjadi P3SRS yang resmi, supaya pengelola tidak bisa semena-mena.

      Reply
  24. vanjoy

    Saya hampir beli di sini..2 minggu lalu sempat ke showroom untuk lihat kondisi unit semi furnished….kalau begini gah jadi beli..rupax banyak siluman gak jelas

    Reply
  25. zorro

    Pak, laporin aja ke disperum.kepala disperum yg baru ibu Ika Lestari Aji sangat tegas dan pro pada kepentingan penghuni. Class action aja buat kasih pelajaran bagi pengembang nakal. Salam.

    Reply
  26. hanny

    Wuah parah ya… saya punya di apartemen menteng sqr, kendalanya cm mslh lahan parkir yg sempit dan krg besar. Biaya langganan parkir hanya 150rb utk mobil, kl motor saya kurang tau. Untuk renovasi, kita hrs dp 2, 5jt namun akan dikembalikan lg ke penghuni uangnya sebesar 2jt, hitung2 yg 500rb untuk ongkos buang sampah2 stlh renov. Utk maintenance dll sepertinya murah, krg ngeh biayanya krn yg biasa byr suami.

    Reply
    1. Acho Post author

      Nah, kalau begini kan enak.. cuma deposit nanti dikembalikan, wajar itu. Kalau di green pramuka, deposit juga tetap ada lho, tapi selain bayar deposit, bayar lagi seperti yang di pricelist, itu dia yang saya pertanyakan, apakah ini termasuk “biaya preman” alias “biaya siluman” atau bukan? soalnya aturan ini ngga ada di house rules saat serah terima, baru diberlakukan awal tahun ini.

      Reply
  27. john

    Kayanya g sepenuhnya bener deh mas. Buat masalah parkir, kalo mau parkir diluar, di jalanan utama, boleh2 aja gratis. Kalo mau parkir di deket tower, kalo masih dapet tempat, bayarnya 4500 per jam kalo g salah. Kalo penuh disuru kebawah. Saya tau karna saya alamin sendiri. Sisanya saya kurang paham.

    Reply
    1. Acho Post author

      Lah, ngapain bahas parkir di luar atau jalanan? yang di luar itu mah bukan milik apartemen, jalanan umum, siapapun boleh parkir di situ, tapi resiko tanggung sendiri. Yang saya bahas di sini itu fasilitas parkir apartemen dalam hal ini parkir lobby, B1 dan B2. Dan sesuai yg mas bilang, memang kena bayar lagi kalau parkir di deket lobby atau B1, meskipun udah bayar bulanan 200rb. Itupun masih berebut, ga ada jaminan dapat. Itu yang jadi masalah.

      Reply
    2. ayess

      Lha ngapain bayar 4500/jam lagi kalo sudah berlangganan? Kalo itu terjadi namanya PEMERASAN. Coba tunjukan di tempat parkir gedung/ apartemen yg sudah berlangganan mana yg harus dikenakan biaya per jam lagi?! Namanya parkir bwrlangganan itu artinya bebas biaya parkir per jam. Aneh2 saja… Jangan2 anda ini si Pemerasnya?!

      Reply
  28. Hendra

    Kalau bisa disebutkan nama pengelolanya mas.
    Pengelola yang nakal begini harus di publikasi-kan, syukur-syukur nanti ada regulasi dari pemerintah yang mengatur pihak pengelola sehingga tidak ada keputusan sepihak seperti ini.

    Saya tinggal di apartmen Green park view Daan mogot, pengelola co*****s international..
    Tahun ini service charge naik 40% ( belum ditambah pembulatan ke atas) dengan alasan BBM naik 30 % dan UMP naik 10 %, saya rasa kalkulasi yang tidak masuk akal sehingga menaikkan sampai 40%.

    Terima kasih.

    Reply
  29. tyas

    mas boleh minta kontak yang bisa di hubungi ngga? saya calon penghuni GP. mau ikutan gabung sm perhimpunan warga GP skalian sharing. serem juga nih liat nasib saya selama tinggal di GP nanti.

    Reply
    1. Acho Post author

      Langsung hubungi paguyuban kita aja Bu, di 021 5132-9661 ada kok di websitenya. Di tulisan yang saya buat, bagian akhirnya ada url website dan akun social media resmi perhimpunan warga.

      Reply
      1. indra togar

        Sore mas, saya membeli tower orchid 2 tahun lalu, dan akan serah terima desember 2015 ini. Setelah membaca semuanya saya bener2 menyesal membeli di GP. Semua kebalikan dr apa yg mereka janjikan apalg ini dr awal dikatakan apartemen bersubsidi. Sepertinya saya akan menjualnya saja, tapi dengan kondisi spt ini, apakah ada yang mau beli ????

        Reply
      1. kuciwa

        Pak tlg invite saya jg ya….saya sdh lunas 1 unit tower orchid….baru tahu issuenya sebesar ini. Pernah call wkt br bbrp bln angsuran mau sy jual balik tp pihak dev malah mengatakan tdk bisa atau sy tanggung kerugian setengah plus fee lain2 spt marktg fee, notaris, yg akhrnya memaksa sy angsur smp lunas….pdhl sy betul2 bth tempat tinggal dan uang skrg…..

        Reply
  30. meme

    Sy pernah sewa di green pramuka dan sy pernah kecurian disitu. Pintu msh rapi terkunci tdk ada congkelan sedikitpun, begitu msk unit, lemari udah kebuka n ternyata ngecek beberapa brg electronic hilang..lapor satpam cm liat sebentar dan gak ada tindakan dr pihak management ataupun permintaan maaf. Sgt2 kecewa sekali. Dan ternyata beberapa unit lain pun disitu ada yg kecurian jg. Cctv pun gak ada di koridor sehingga g ketauan siapa orgnya. Pdhl itu kl mau msk lift hrs pny akses door.

    Reply
    1. Acho Post author

      Saya sih kalau kecurian, alhamdulillah belum pernah. mudah-mudahan Anda mendapatkan ganti yang lebih baik dari Allah SWT.

      Reply
  31. Vinni

    Mmg gp parah bangett…apartment sekelas aspen di fatmawati fit out hanya 5jt itupun balik ke pemilik, kmrn sy sempet urus fit out utk interior 30jt di green pramuka + tiap bulan bayar lg 500rb…dan apartmentbya sekelas rusunami….kita obrak abrik aja pengelola ya..ganti dgn pprs yg yg baru

    Reply
  32. Keanu

    Itu GP sdh ngga bener harus di laporkan ke LBH, kita selaku pemilik apart. Harus berani dan vokal, saya tinggal di green bay pluit..so far baik2 saja ,pengelola tdk bnyk aturan, peraturan terakhir yg di buat malah menambah kenyaman penghuni yaitu parkir basemant 1dan 2 yg awalnya bebas untuk siapapun ( dgn tarif parkir normal) skrng di jadikan hanya khusus penghuni atau member saja, malah di tambah 1lahan lg krn sdh agak2 crowded..,
    Satu2nya aturan yg menurut saya aneh adalah saat saya selesai furnish..setelah jadi kita harus lapor ke pengelola utuk di survey..saat di survey mereka mempermasalahakan lemari saya yg katanya terlalu tinggi dan katanya menutupi fire detector padahal belum nyentuh eternit dan tdk menutpi fire detector, mereka bilang harus bongkar…saya debat, sy bilang kalian hanya karyawan dan bukan yg buat peraturan, saya pemilik sah unit ini..skrng panggil atasan kalian atau siapapun orangnya itu yg buat peraturan ini untuk ketemu saya skrng juga..mereka hanya diam dan tanpa basa basim langsung acc surat survey furnish saya, sejak itu ngga ada pengelola yg memepermasalahkan. Tidak ada biaya apapun saat kita mau furnish, biaya parkir 200rb per bulan yg harus di bayar langsung selama 3 bulan, komplain sesuatu spt ada kerak di eternit ,rembesan dll di atasi dgn cepat juga..

    Reply
  33. Ivy

    Aduh sedih banget nih bacanya, padahal rencana akhir bulan April mau serah terima apartment, tp kalo kaya gini jadi males, malah cicil BTN 15 thn, saya di tower Bougenville lantai 11

    Yg gak masuk akal masak ya masukin barang ke unit sendiri kena charges ?? GILA baru denger gw

    Reply
    1. Ivy

      Ikutan donk Panguyuban warga GP, mohon petunjuknya … Saya di Tower Bougenville yg akan serah terima April ini, dan lebih baik gak usah serah terima dulu aja, lebih baik saya ngontrak dari Pada keluarga saya stress disana

      Reply
    2. Acho Post author

      masukin barang ke unit sih ga bayar, cuma ijin aja. Yang bayar itu kalau kita panggil teknisi buat service atau bersihin AC, kena biaya ijin 30 ribu. Aneh ya? hehe.

      Reply
      1. BaRT

        Baru tau kalau tinggal di apartment bisa sedemikian ribetnya, sampai-sampai mau pasang sesuatu dan bersihin sesuatu di tempat tinggal sendiri aja harus bayar ini itu. Segala bentuk pungutan yang tidak ada dasarnya dan diambil tanpa kesepakatan bersama, bisa digolongkan sebagai premanisme. Btw sampai hari ini apakah sudah ada kelanjutan follow up nya dari mereka?

        Reply
  34. Pinpin

    Emang beli apartemen skrg harus lbh hati2.. Dulu sempat mau beli di GP.. Jadinya beli pluit sea view.. Byk keluhan juga soal pembangunan yg lama serta penyerahan dokumen2 yg dijanjikan seperti ppjb. Cape hati memang..

    Reply
  35. Bali_properti

    Wah sampai segitunya ya kejam para developer di ibu kota..
    Semoga segera menemui titik terang
    Salam…

    Reply
  36. Andika

    Saya Andika penghuni apartemen Green Pramuka tower Bougenville. Yang disebutkan mas Acho (penulis) benar adanya. Saya juga terima edaran biaya fitting out yang ga masuk akal itu. Mau pasang bracket TV harus bayar 200rbu, padahal harga bracket TV ga sampai 150rbu. Akhirnya pasang diam2 aja. Ini tempat saya, kenapa harus bayar ke mereka? Selain itu, kalau kita mau servis AC, kita harus bayar biaya administrasi 30rbu. BIAYA APA INI???? Padahal biaya service rutin AC paling 50rbu an. Buat yang mau beli apartemen ini, tunggu pengelola nya ganti dulu deh. Kecuali uang hasil keringat kita mau dicuri diam2 oleh mereka.

    Reply
    1. Tjitra Gratia

      cara pasang tv / ac diam2 gimana ya pak ? saya baru serah terima tower scarlet. Saya jadi was was dengar berita2 ini.
      Masa pasang AC / Tv kita harus bayar ?

      Reply
  37. Djuandi Rafii

    Sebaiknya kita tentukan semua penghuni green pramuka kumpul, untuk segera membentuk pengurus yg bisa mewakili penghuni. Pengurus green pramuka itu kelihatannya baru diganti, dan mereka mengeluarkan kebijakan kebijakan yg sepihak

    Reply
  38. bram

    Saya penghuni Kalibata City yg jg lg bermasalah dgn pengembang krn kenaikan ipl yg seenaknya, sertifikat yg blm ada sampe sekarang, ppprs yg blm dibentuk dll. Terakhir pihak pengembang disinyalir mau membuat ppprs boneka yg berpihak ke pengelola. Semoga perjuangannya berhasil yah pak

    Reply
  39. Michael

    Tempuh upaya hukum aja bos. Jelas yg pengelola lakukan itu perbuatan melawan hukum kok. Daripada keluar duit banyak buat pengelola yg arogan, mending para penghuni kumpulin duit buat bayar lawyer, ajuin gugatan, atau laporin pidana sekalian. Hehehe..

    Reply
  40. Fiqhi

    Acho.. Gw beli unit disana, dan baru mau serah terima..
    kalo pas sebelum ngurus2 dan ketemuan sama pengelola,gw pengen ketemu n ngobrol dulu ama temen2 paguyuban bisa gak?
    Jadi gw bisa antisipasi apa aja yg beneran harus gw bayar dan apa aja yang hanya akal-akalan pengelola..
    Paguyubannya stand by di the green terus kah? Kao mau ketemu,biasanya pada ngumpul dimana?
    Thannks..

    Reply
  41. wede

    Met malam, saya warga di tower FA.
    Awalnya memang disebut konsepnya green living, 7 tower (4 di blkg, 3 yg dekat jalan raya) masih masuk akal. Tapi kok lama-lama di kebun belakang dam samping ada papan tanda “akan dibangun tower bla bla bla” dsb. Gimana ya, kl nambah tower, yg tadinya konsep green dibawa kemana ? Sertifikatnya juga jadi nggak bisa keurus2 kan.

    Reply
  42. tonny

    Salut atas tulisan detilnya Mas, berguna banget bagi temen-temen yang sedang mencari apartemen. Betul kata salah satu komen, publish aja nama developer & pengelolanya sebagai ‘hukuman’, kalo perlu sekalian sama foto plang/papan nama kantornya biar orang makin inget.

    Sering-sering dipake buat bahan comic aja Mas, biar makin nendang, apalagi yang nonton kan hampir se-Indonesia :)

    Reply
  43. yudhis

    Sertifikat jadi setelah 17 tower selesai dibangun, we all know where that would be going, pas tower ke 17 mao dibangun ntar ngaku bangkrut, ngaku susah pembebasan lahan, trus kabur ke luar negeri, trus 20 tahun kemudian sang pengembang kembali lagi dan menjadi pemilih tanah tsb… lagu lama, modus jadul sepeti di apartemen cempaka mas.

    Reply
  44. maya

    Waktu seminar parenting di titan center Bintaro, dibuka salah satunya dengan presentasi apart ini sbg salah satu donatur acara.

    Kepikiran beli unt persiapan anak kuliah atau beli lalu disewakan. Alhamdulillah ada info ini. trims ya untuk sharingnya. Semoga permasalahannya segera selesai ya. Dan diberi kesabaran dan kekuatan unt menyelesaikannya.

    Reply
  45. Ervant

    Iya seperti posting pak Richard, setahu saya GP berdiri diatas HPL, jadi nanti sertifikatnya HGB diatas HPL, klo pemilik tanah nya tidak mau memperpanjang HPL ya masalah.
    Mungkin itu alasan pengembang memeras konsumen, spy balik modal cepat, cepat lepas tangan.
    Pprs harus berkuasa tuh, pembeli harus bertanya status tanahnya

    Minimal hgb murni milik pengembang syukur2 shm pengembang.

    Semoga cepat beres.

    Reply
  46. Ina

    Pengelola: PT. Mi*** Inv*****a Pe***na
    Developer: PT. D*** P*******o S******ra

    Nama direksinya siapa ya? Biasanya kalo perusahaan dengan kasus begini mereka tinggal ganti nama saat mau bangun apartment baru

    Reply
  47. norma

    Biaya renovasi itu yg hrs di hapus, di apartemen rasuna ada biaya ALTERNATION yaitu uang jaminan apbl renovasi kita merusak STRUKTUR atau AREA BERSAMA, yg nanti dikembalikan seutuh nya apbl sdh selesai renovasi nya, bisa ber bulan 2…. gada masalah, bayar 1x. Bila renovasi yg tdk membuat kegaduhan , tidak bobok tembok, seperti pasang wall paper, parket, TV, AC, Kulkas, lemari, dsb ya. …. TIDAK USAH IZIN. … hanya keluar masuk nya dibatasi jam2 ttt, itu utk kenyamanan bersama, Soal parkir sptnya hrs dibahas tuntas. … masuk dari konsep GREEN LEAVING yg mereka tawarkan. Semoga terjadi WIN WIN SOLUTION.

    Reply
    1. Acho Post author

      Kalo cuma deposit sih wajar, karena sebagai jaminan. Kalau ga terjadi kerusakan, uang dikembalikan. Masalahnya kalau di GP, uang deposit tetap ada, lalu uang ijin supervisi beda lagi kalau pakai kontraktor luar yg bukan rekanan, itu uang hangus, saya masih pegang kwitansinya kok.

      Reply
  48. rahman

    Jadi kesimpulan untuk pembayaran IPL dgn batas waktu tanggal 15 maret ini kita tahan dulu atau kita bayar. Soalnya kalau tetap kita tahan akhirnya tetap naik juga, dendanya bisa tambah naik atau PDAM or listrik bisa kena segel. Saya belum membayar IPL sampai detik ini karena mendukung perjuangan penghuni green pramuka yg merasa keberatan.

    Reply
  49. Arfan

    Modus yang sama dari pengembang dan pengelola hitam (apapun nama pengembangnya kalau pakai cara2 hitam ya artinya tetaplah aliran hitam). Selama pemerintah masih dikangkangi pengembang hitam, ya masalah2 seperti ini akan selalu ada. Teruskan perjuangan demi keadilan di rumah kita dan negara kita sendiri!

    Reply
  50. sayaaja

    Sedikit yg saya tau, pengembang dan pengelola itu badan usaha yang beranak pihak, tadinya ini bukan apt, tp rusunami, pak JK lengser diupgrade jd apt, saya pernah kerja di d*** p*******o wkt itu tower yg berdiri baru faggio n satunya lagi saya lupa

    Reply
  51. sayaaja

    Dan disitu saya temukan banyak fasilitas yg tidak setara apt tp dipaksakan utk disebut apt, saya jadi gasuka dan resign, Dari awal memang 17 tower mas ssiteplannya, saya berdebat hebat soal konsep green nya…tapi ya…saya mah cuma apa dimata mereka

    Reply
  52. Intan

    Emang nih Green Pramuka ngecewain bgt! Masa mau bersihin AC aja diminta bayaran management Fee 30rb.. pas ditanya management fee maksudnya apa? Uangnya masuk kemana? untuk apa? Ehh.. CSnya malah bingung jawab, dia cuma disuruh bilang sama pengelola ini biaya management fee.. GA MASUK AKAL! inilah PUNGUTAN L**R di Green Pramuka..

    Reply
  53. gen

    wah… baru tau ada forum ini.. saya tinggal di apart green pramuka tower pino, emang aneh banget pengelola disini.
    selama setahun ini dengan inisiatif saya sendiri, saya cari siapa2 dalang di pengelola, dan akhirnya ketemu :) PT. M***a I*******a P*****a, PM —>> Jo*****
    wakil PM —>> Ri*******
    GM Engginering —>> D*** s*****o ( 08788485xxx )
    semua yang dikeluhkan di forum ini benar, cuma saya berjuang dengan cara saya sendiri, menyisir ruangan PM & enggnering dengan berbagai cara. hehehe……

    makanya saya bisa tau nama2 org yang bikin aturan di green pramuka yang aneh2.

    perlu semua ketahui, kalau saat sabtu semua penghuni demo ( ngumpul2 di parkiran ) ketiga orang diatas sembunyi di ruang engginering atau sembunyi di masjid di basement 1 tower 1.

    hehehehe

    Reply
    1. Jhoni Indo

      Salah!!! nama pengelola sebenarnya G** P******y M********t, sampai hari ini masih mereka yang in charge disana, kantornya di dekat stasiun sudirman sana, ada tulisan gede di depan kantornya “G**” dekat bendungan latuharhari yang jebol tempo hari, datangin kesana aja gan.

      PM – Yo***** (081614xxxx)
      Deputi 1 PM – Ri******* (08131687xxxx)
      Deputi 2 PM – Ne**** (0813828xxxx)

      Reply
  54. yudhis

    Tulisan di atas benar sekali, update soal biaya siluman renovasi kini cuma via lisan karna takut di foto dan di masukan ke sosmed, lalu terakhir soal PBB, kita cuma disodorin selembar kertas yg isinya wajib bayar PBB 500rban, tanpa rincian, tanpa SPPT, tanpa kuitansi bukti bayar, dan gilanya lagi bayarnya ke rekening pengelola, benar2 gila!!

    Reply
  55. Oggy

    permasalahan seperti ini kayaknya terjadi hampir di seluruh apartemen dan rusunami, dari urusan penyediaan parkir, tidak adanya transparansi tata kelola dan anggaran keuangan dari pengelola, P3SRS abal-abal yang disinyalir di bentuk oleh oknum developer dan pengelola, sampai masalah pelayanan.

    Hati-hati bagi kawan-kawan sesama penghuni apartemen dan rusunami yang “merasa” kondisi nya lebih baik dari kawan-kawan di Green Pramuka atau Kalibata City, coba cek benar2, apakah secara hukum sah memungut parking fee bagi pemilik aset/unit di lingkungan apartemen atau rusunami? Kemudian biaya IPL, semua pengelola bisa berdalih kenaikan tersebut karena kenaikan UMP dan segala macamnya, cek dan recheck lagi, pernahkah pengelola memberikan laporan detil mengenai anggaran keuangan pengelolaan ?

    Benarkah karyawan dan pegawai pengelola dibayar sesuai UMP? Benarkah dana dari IPL warga digunakan dan di kelola sebaik-baiknya untuk kepentingan warga?? Berapa besar management fee yang di pungut atau kutip oleh Badan Pengelola? Apa dasar hukum penentuan tarif listrik yang dibebankan kepada warga? Kemudian benarkah tarif tersebut yang di setorkan ke PLN? Bagaimana cara pengelola melakukan penghitungan nilai tagihan listrik? BErapa admin fee yang dibebankan pada pemilik/penghuni unit oleh pengelola? Fixed atau percentage dari tagihan listrik? Dasar nya apa?

    itu baru sekelumit saja Bapak Ibu, kalau Badan Pengelola anda menolak untuk share informasi tadi alias tidak transparan kepada penghuni dan pemilik minimal untuk issue yang tadi saya kemukakan, mohon maaf menurut saya ada sesuatu yang tidak beres pada pengelola.

    Bukan berarti ketika menurut Bapak Ibu tarif dan biaya yang dibebankan kepada Bapak Ibu oleh Badan Pengelola itu wajar sehingga tidak ada permainan di Badan Pengelola. Justru senjata utama oknum Badan Pengelola yang modusnya merampok uang penghuni dan pemilik rusunami dan apartemen adalah apatisme, ketidaktahuan dan ketidakpedulian penghuni.

    Anda boleh cek di Gading Nias, Kalibata City, Graha Cempaka Mas, Lavande Tebet, Pancoran Riverside, different developer, different Badan Pengelola, SAME BULLS***

    Reply
  56. anto

    Bagi calon pembeli APARTEMEN THE GREEN PRAMUKA berpikir lah 10.000.000 kali untuk putuskan membeli APARTEMEN THE GREEN PRAMUKA

    Reply
  57. Irfan

    Ketika kita beli rusun green pramuka city gak ada jaminan kita akan memiliki seutuhnya unit kita. Sertifikat gak jelas kapan. Kemudian dibebani biaya2 yg lebih mahal dan pungutan2 li** dari pengelola. Gila aja di kalibata city aja pbb gak sampe 20ribu di sini nyaris 600rb dan bayarnya ke rekening pengelola bukan ke kantor pajak langsung. Blum lagi kalo mau nambah2 fit out. Pikir2 lagi kalo mau beli. Iuran IPl seenak udel mereka naik2in. Kita harus gondok2an ama pengelola sini untuk dapatin hak kita. Fasilitas cuma kolam renang, taman sempit. Lift ke basement aja gak ada. Bangunan mulai retak padahal belum setahun rampung dibangun. Hitungan bulan udah mulai retak. Astaga…

    Reply
  58. andreanes

    bung acho…andre nih….share dikit kejadian tadi siang

    mau tanya kepada badan pengelola GREEN PRAMUKA CITY…kenapa istri saya yang sedang naik bajai setelah menjemput anak saya yg SD pulang itu di suruh turun di pinggir jalan yg jaraknya cukup jauh ke unit saya…dengan kondisi istri saya menggendong bayi dan menggandeng anak saya yang SD dan membawa belanjaan sayuran, istri saya bilang kalau begitu tolong dibawakan tas dan belanjaannya,….security menolak… dan pertanyaan saya..ITU RUMAH SAYA…BAYAR IPL YANG NAIK TIAP 6 BULAN DAN FASILITAS TIDAK ADA!!!! APA LAGI YANG MAU DIHALALKAN?? SAYA PERKARAKAN HAL INI…INI SUDAH MEMBUAT ISTRI SAYA MENDERITA!!!! KAMI MAU NYAMAN!!!! KENAPA DIBIKIN SEPERTI PENJARA…INGATTT!!!! INI RUSUN BUKAN APARTMENT…TUNJUKKAN KEABSAHANNYA BAHWA INI ADALAH APARTMENT…FASILITAS YANG DIDAPAT APA!

    Reply
    1. mega

      Wah, bajaj saya juga diberhentiin sama security. Saya omelin aja security-nya. Akhirnya dy ngasi jalan. Lalu sorenya, bajaj sya juga diberhentiin. Lagi2 saya omelin sang security dan bajaj bisa berjalan dengan tenang. Saya cukup sebal karena kondisi saya lagi hamil eh malah marah2 gara2 bajaj di cegat. Kalau jarak tempuhnya sangat pendek masa’ saya harus naik taxi.. hadeuuuuh

      Reply
  59. Krisna

    biaya service charge sekarang 3 bulanan ya, taun lalu 4 jutaan brapa gtu, sekarang per 3 bulan, 1,4 juta..kalau ditotal 5,8 juta..hiks.. :(

    Reply
  60. Irfan

    Kemarin baru aja pemutusan air dan akses card penghuni yg dianggap belum bayar IPL. Gak sabar nih pengen demo lagi. Makin geregetan. Jatah parkir makin dibatesin untuk kepentingan pengelola. Ini siapa yg pembokat siapa majikan? Ngatur bgt.

    Reply
  61. sidhik

    agak oot sedikit apakah ada info review untuk apartemen di mediterania 1? rencana akan membeli unit disana untuk sekolah karena saya dari jogja, terimakasih…sebelumnya turut berduka utk para penghuni GP saya sempat berfikir membeli disitu tapi terimakasih atas tulisan ini, salam

    Reply
  62. lucy

    wih, kmr saya baru booking fee 5mill ditanggal : 20 Juni 2015
    Nyesal banget nih, kenapa terlalu cepat terlena sama marketingnya.

    Reply
  63. Nika

    Beruntung saya baca tulisan….saya beli 2 unit di GP dan akan serah terima Des nanti. Baru tadi pagi rencana mau mulai cari arsitektur untuk nanti isi perabotan…..trus rencana mau gabung 2 unit yg berdekatan. Sabtu ini saya berencana ke kantor GP untuk diskusi…… Dengan adanya informasi ini jadi ada modal untuk deal….. terima kasih untuk info no telp paguyuban penghuninya…

    Reply
  64. wijaya

    adanya istilah “area parkir komersil” sangat tidak beralasan karena konsumennya adalah penghuni GP sendiri, emang siapa yg belanja ke alfamart, indomart, 7eleven, dokter gigi, Bank DKI, BRI, food court basement, bakmi.. solaria.. dll.. , emangnya orang jauh jauh.. lah kita kita juga yg belanja kan.. SO buat buat alasan aja tuh si pengelola cari alat buat meres kita kita…

    Reply
  65. Deli

    setuju segera bentuk perhimpunan penghunii , saya ikut brrgabung dengan teman2 semua. Unit saya selama ini ditinggali ponakan, bulan juni ini sdh dikembalikan ke saya.
    Sedih setelah baca postingan disini, sepertinya pengelola disini memsng tidak akomodatif. Dulu dijanjikan setelah selesai 4 tower sertifikat diberikan, ternyata setelah 4 tower jadi belum ada kabar apa2 padahal saya sdh bayar lunas. Mau ngisi furniture harus bayar ini itu, baru tau kalo kemiringan lantai kamar mandi tidak mengarah ke floor drain, jadi air tergenang terus

    Reply
  66. noname

    satpamnya kurang ajar disini, suka suit2in. sial
    mau lapor ke manajemen tapi unit juga bukan punya saya, cuman tinggal aja disini ditempat om.

    Reply
  67. david

    klo baca diatas ada dua celah, buat seret pengelola ke pengadilan, satu Perdata : KPPU terkait persaingan usaha nggak sehat dengan menunjuk rekanan tertentu untuk interior ; Dua Pidana ; Penggelapan Perpajakan kayaknya modusnya ada dua, Yaitu Pajak PBB dan PPN & PPh, kayaknya dari awal liat brosurnya dah gak jelas tuh, masa pake Fasilitas bebas PPN tapi di Komponen DPP harga nya ada peningkatan Mutu (setara apartemen).. padahal fasilitas bebas PPN hanya untuk rusunami (luas masuk tp harga nggak).
    utuk temen yg dikerjain penelola ajukan gugatan aja tuh polkisnya,… jaman sekarang nggak usah pake kekerasan/ anarkis… kuat-kuatan fakta aja…buat bukti di pengadilan

    Reply
  68. Lukas

    Saya calon penghuni yang sudah bayar booking fee utk tower 7. Tapi berhubung ada apartemen lain yg menurut saya lbh worthed, saya putuskan relain booking fee nya.

    Pertanyaann saya bisakah booking fee tersebut kembali (50%), ada yg pernah alamin pembatalan di GP ini juga gak?

    Reply
  69. Baihaqi

    Terima kasih informasi ya. Tadinya saya mau beli unit di GP tapi skrg gk Jadi deh. Say a tinggal di Casablanca mansion, untung disini semuanya baik2 saja, kami sdh Ada pprs Jadi Tdk Ada developer lagi disini. Parkir banyak, mobil Pertama free mobil selanjutnya mmg bayar perjamnya. Gk Ada pungli.

    Reply
  70. Lia R

    Saya mau sedikit Sharing tentang Green Pramuka, Saya penyewa di GP di Chrysant tower, awal mula sy sewa melalui marketing karena sy tidak mengenal satu penyewa pun. Tawar menawar mengenai harga sebulan dengan alot dan saya dikenakan deposit. Ok lah gak masalah, perjanjian tiap bulan yg saya bayar adalah biaya listrik dan air. Untuk biaya maintenance dll dibayar oleh pemilik, kunci akses keatas saya minta tambahan dan dikenakan biaya 100 ribu oleh marketing. Saya sewa tgl 25, tgl 1 marketing menelpon sy mengingatkan utk byr listrik, sy bilang kan sy baru beberapa hari kok udah byr listrik. Mkt bil gak apa mbak nanti sy akan byr in aja dulu. Tp stlh itu mkt byr dan memberikan slip transfer ke saya,kaget juga sy krn hrs membayar 300 ribu utk air dan listrik. Sy minta perincian perhari ke pengelola mrk tdk bisa kasih akhirnya ya sudahlah saya akhirnya byr ke mkt sesuai dgn yg pengelola berikan krn sy tdk mau ribut. Pas ketemu dengan marketing dia bil mbak bulan ke dua harga sewa naik ya … apaaaaaa !!!! Saya gak mau dan sy putuskan untuk cari yg lain. Akhirnya si marketing bil boleh deh mbak tetap harga sewanya. Bulan ke 2 belum habis tiba2 Mkt dtg kesaya dan minta pembayaran Maintenance … what ?????? Saya protes keras dan sy bertahan TIDAK mau bayar. Sampe akhirnya marketing bilang 50 % aja mbak bayar. Saya tetap bilang TIDAK kalo saya harus byr, kembalikan uang deposit saya dan separoh biaya sewa. Akhirnya marketingnya nyerah.
    Suami saya kebutulan org asing, dia amat sangat tidak suka dgn si Marketing itu. Bulan ke 3 Mkt ngotot minta naik tp suami sy TIDAK MAU malah minta harganya disamakan dgn beberapa apart yg sudah kami liat dgn barang2 kualitas sama tp harga lebih murah SEDIKIT. Akhirnya bulan ke 3 kami pindah yg KEBETULAN kami liat pengumuman oleh OWNER yg sudah lumayan sepuh, kami hubungi dan deal dgn harga yg sama dgn yg kami liat. Walaupun barang2nya tidak semewah yg kami tempati sebelumnya, tp sudahlah krn kami sudah tidak suka dengan si MKT itu. Dan dari Owner kami mendengar cerita bahwa utk Renov beliau kalo tdk salah memakai jasa ibu Ninik ( spt yg ada tertulis diatas). Dan hasilnya memang tidak maksimal, apa krn sang OWNER sudah sepuh jd seenaknya saja pengerjaannya (dijanjikan akan dipasang cermin tp smp sekarang blm terpasang, tidak ada meja samping pembatas utk dapur yg katanya bikin sempit) ? Sy pribadi dan suami merasa kasihan dengan si OWNER. Dan Owner cerita kalo aprt diputuskan utk disewakan dan minta ke mkt utk dipasarkan. Tp ternyata oleh Mkt disewakan secara harian dan mingguan tanpa pemberitahuan ke OWNER (trs uang sewanya kemana) makanya stlh tau itu, Owner lgs ambil alih dan pasang pengumuman.
    Masalah dgn Mkt yg pertama blm selesai, sebelum tgl 24 saya sudah mulai pindahan, dan saya bil kita ketemu bawa uang deposit saya kita hitung uang list dan air. Tp Mkt membatalkan pertemuan hari itu dan bilang besok. Besoknya kami dtg lagi dan kami MENUNGGU HINGGA 2,5 jam lebih. Akhirnya kami ke kantor dan sy dengan suara keras bil ke oprt dan security suruh si MKT itu datang secepatnya. Hebohlah kantor itu krn saat itu ada beberapa calon pembeli sepertinya dan mrk semua nengok ke saya (malu juga sih … tp marah sy sdh di ubun2). Gak berapa lama MKT telp bil dia di lobby, saya bil sy gak mau balik kesana jd dia yg harus ke kantor temui saya ! Dengan tergopoh2 akhirnya dtg juga dia … lgs to te point sy bil ini kunci, kembalikan uang deposit saya, potong biaya listrik sya sebesar 150 ribu, ini kunci akses kembalikan uang kunci akses saya … (sengaja lg saya bicara dengan suara keras). Mkt minta no rek saya utk transf, saya bilang mau Cash sekarang juga, awalnya dia alasan cuma ada uang cash 1 juta sisanya ditansfer. Dgn galak saya bilang Saya tidak mau saya mau CASH Sekarang ! (Masih dgn suara yg sengaja sy keraskan). Akhirnya dia keluar dan kembali dgn uang yg saya minta.
    So … dari share saya ini sebagai penyewa kita juga harus hati2 kalo mau sewa melalui MKT, minta sama MKT utk mempertemukan kita dgn OWNER, kalo MKT bil owner sibuk mendingan batal aja.
    Dan betul kata mas pemilik blog ini, kita harus lebih galak dan berani. Kalo saya gak galak mana dpt uang deposit saya hari itu juga …

    Reply
    1. Arya

      Gila marketing yg buat nyewain Unit curang juga yah owner bilang sewa bulanan eh sama dia di sewain harian, pengelola sama marketing sama2 gak beres.

      Reply
    2. Alice

      Terima kasih atas informasinya.
      Saya juga merasakan hal yang sama sebagai pemilik, apakah setelah ada demo atau orasi keberatan dari penghuni yang dilakukan selama ini sudah ada perbaikan? Saya memang tidak tinggal disitu tapi saya mendengar ada hal hal yng dikeluhkan oleh saudara saya yg tinggal di unit saya sebelumnya.

      Terima Kasih

      Reply
    3. cavernosa

      terima kasih atas sharingnya bu, hal2 seperti ini memang sudah jadi makanan sehari2 kami para penghuni dan pemilik, jangankan penyewa, pemilik aja dikadalin sama pengelola GREEN PRAMUKA, apalagi cuma status sewa, mungkin begitu pikir mereka.

      Reply
  71. SARIE

    Biarkan mereka yang menzhalimi tertawa terbahak bahak melihat kami menangis dan terancam,
    Biarkan mereka merasa lebih kuat dibalik pihak-pihak tertentu,
    Biarkan mereka merasa super karena punya kewenangan,
    Bahkan manajemen pemerintahan pun berprinsip keadilan, kesejahteraan masyarakat,.
    Badan Pengelola diberi kewenangan mengatur komplek rumah susun sudah merasa hebat dan sombong, tutup mata, tutup telinga, tutup mulut.
    Biar Allah yang menutup mata, menutup telinga dan menutup mulut mereka untuk selamanya.
    Kezhaliman tidak akan pernah menang, kapanpun, dimanapun.

    Reply
  72. Arief

    Mohon kepada developer atau pemerintah terkait untuk memperhatikan sarana ibadah (Masjid) yang sangat tidak memadai. Sempit dan tempatnya di basement paling sudut. Kalau mau sholat jumat tempatnya di tempat parkir motor kemudian terpaksa harus geser geser motor untuk ditempati sholat. tempatnya pengap, bising lagi bunyi deru motor yang lalu lalang dan bunyi pembuangan AC. Ini negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya developer dan pengelola serta pemerintah setempat peduli terhadap keyakinan umat beragama. Kecuali kalau di otaknya sudah berubah berdasarkan Keuangan Yang Maha Kuasa.

    Reply
  73. david panjaitan

    dear all…nama gw david….thanks berat sharingnya…dr td pagi hari inini gw browsing2 di aprtmn gp ini …tiba2 kepikiran ngecek soal komplain aptmn….ketemu blog ini… ga jadi deh.. buat acho n teman2… keep fighting ya…percaya deh yg bener pasti menang even takes time…ga bs bantu banyak tp kl butuh investigasi soal trio pemeras yg ditulis di atas mungkin bs bantu…ga tau jg apa yg mau invetigasi…rumahnya kali ya biar bs di demo….tetep semangat acho n friends

    Reply
  74. rcm

    Sedang tertarik utk membeli apt GP, tp kemudian melihat postingan ini. Bagaimana kondisi terakhir di bl Sept ini? Apakah ada perbaikan? Atau masih tetap sama dgn segala keributan dan premanismenya :( ?
    Smoga para penghuni apt GP bisa mendapatkan apa2 yg dituntut kpd pihak manajemen selama ini… Amin

    Reply
  75. elsi

    Mas terima kasih banyak udh ngpost ini, padahal saya lagi berminat sekali unt beli di apartmen GP, saya jadi mundur mas, sy sering ngelewatin apartmn GP pulang-pergi kerja, dan sy liat ada spanduknya, tapi ga ngeh ternyata ini kejadiannya
    mudh2n mslh nya cpt slesai ya mas

    Reply
    1. Acho Post author

      Sama-sama. Lebih baik tau di awal, ketimbang menyesal nantinya. Semoga dapat pengganti yang lebih baik ya.

      Reply
  76. Nana

    Hari ini, tdi pulang kantor baca tulisan comercial field diaktifkan mulai tgl 6 oktober, bagi member yg parkir di vomercial giels diwajibkan membayar, maksudnya apa?? Jdi walaupun udah bayar 200rb. ga boleh parkir di D lagi? Harus di Basement yg sempit dan klo malem menyeramkan itu???

    Reply
  77. diki

    Sekarang muncul lagi permasalah dari parkiran.. (6 oktober 2015)
    Parkiran sudah tidak boleh di ground floor lg, mesti di basement 2, yg sudah tidak mencukupi..
    alhasil setiap malam, sudah penuh sekali, pdahal di ground floor dan basement 1, masih banyak yang kosong.
    Saya sangat menyesal membeli apartemen dsini, bnyak keanehan dari semua peraturan yang tidak jelas. Padahal sudah 1 tahun menghuni.. (tower bougenvile). Yang paling kentara masalah parkiran dan IPL yng sangat mahal…

    Jadi saran saya harap berhati hati apabila invest disini, kcuali klo kita sewa/ kontrak,, mungkin asumsi seperti kosan,, tidak betah tinggal cari yang lain lagi.

    Reply
  78. willi

    thx buat tulisannya.. sy jadi tambah pengetahuannya. apt. ga beres, murah tapi banyak biaya ga jelas & ga nyaman ini itu.. awalnya doang murah kali makanya orang pada beli/sewa taunya ancur kyk gitu..

    Reply
  79. Mita

    Saya pemilik salah satu unit di tower scarlet.. Masih dalam tahap pembangunan jadi belum serah terima kunci.. Kemaren si dibilanginnya perkiraan pertengahan 2016..

    Barusan saya dpt telp dari sales marketing saya.. Katanya,, jika saya setuju,, saya diminta DP untuk vendor interiornya sekitar 3 jt ke no rek si sales… Karena per januari thn depan harga vendornya naik hampir 2x lipat (smpe 120jtan).. Jd diminta dp dulu buat ngiket harga.. Soalnya klo pake vendor luar bsa kena 40jtan buat fit out…

    Zzzzzz bgt deh.. Aneh soalnya kenapa dp nya ke no rek sales? Trus masa iya fit out smpe 40 jt?? Saya baru ini si punya apartemen… Tp pengalaman nyokap si nggak ada begini2an… Baik di aprtmenen tengah kota kaya jakarta residence,, maupun apartemen rusunami kaya kalibata city…

    Tau gini mending beli di kalibata city ya…. Lebih deket dari rmh ortu lagi.. Jadi menyesal…

    Reply
    1. olive

      Dear mb mita,
      Saran saya jgn pernah bayar apapun kalo Tidak ada bukti pembayaran dari pengelola,itu Sudah pasti masuk kantong pribadi marketing,yang kapan saja bisa kabur. Lah yg udah ada bukti kop surat pengelola aja ga jelas kemana duitnya mba, beware aja…

      Reply
    2. Irfan

      Dilama-2in aja serah terimanya, setidaknya sampai kondisi membaik. Karena kalo sudah serah terima bakal dibebankan biaya2 yg gak masuk akal. Kecuali kalo mau dijual lagi

      Reply
  80. anto

    apartemen ini nilai positif hanya dekat jalan tol saja yg lain nilainya negatif dari parkir, serah terima sertifikat, pengelolaan lift, baiya perbulan, dll semua hancur parah. sangat kecewa beli apartemen ini

    Reply
  81. Danz

    Miris membaca postingan dan bbrp komentarnya.
    Saran saya sebagai sesama penghuni apartemen (saya tinggal di apartemen city resort cengkareng), sebaiknya segera bersatu membentuk PPRS.
    Pengelola yang masih ditunjuk atau menjadi rekanan pihak developer jarang ada yang beres, di apartemen city resort pun dulu begitu (sekarang uda terbentuk PPRS).
    Contoh lain adalah apartemen city park (subsidi) dan sebelahnya yaitu apartemen city garden di cengkareng yang semrawut, khusus di city park, pengelola maupun security sering didemo.
    Apartemen Menara Latumenten di Jembatan Besi pun sekarang telah terbentuk PPRS melalui proses berdarah (silahkan di googling dan nonton youtubenya).
    Jadi saran saya, segera bentuk PPRS yang transparan, bertanggung jawab, agar tidak terus-terusan dizolimi oleh pihak developer dan pengelola.
    Terima Kasih.

    Reply
  82. Aldo

    Saya iseng-iseng browsing dan ternyata ketemu website ini.
    Tolong saya di invite di grup p3rs donk,saya penghuni di tower biru biar bisa berjuang bersama.

    Mau menambahkan sharing tentang GP pengalaman saya teman2.
    Saya beli unit tahun lalu akhir 2014, dengan marketing bersaudara (inisial M dan satu nya lg lupa saya namanya,tapi dua2 nya mereka dari suku B*t*k,bukannya saya SARA tapi harus diwaspadai saja orang nya bukan sukunya),beli dari tangan kedua jadi saya untuk PBB belum disuruh bayar karena sudah dilunasin sm penjual dulu.
    Sebelum deal,saya tanya soal izin fit out,marketing bilang bisa cuman bayar deposit 2,5 jt dan nanti dikembalikan. Setelah deal, 2015 aturan berubah tiba2 seperti td yg diatas BENAR adanya. Setelah berantem dan marah2 akhirnya nyaris ga bayar kecuali kitchen set (tapi ya modalnya siap sarung tinju,preman harus dibalas preman,dipanggil polisi gampang diatur juga, nanti kalau pake hukum tinggal main di pengadilan juga santai).
    Dan ada satu pengalaman kurang ajar dari marketingnya itu bisa dibuat pelajaran kelak,
    Saya cuman dikasih kunci pintu dan akses card 1.
    Awalnya saya tidak tahu karena tidak pernah diberitahu marketingnya,lalu saya setelah tinggal hampir 3-4 bulan (sekitar september 2015),saya diberitahu oleh teman saya yg juga tinggal di GP bahwa ternyata harusnya dikasih 2 kunci dan 2 akses card. Saya jd bingung dan bertanya-tanya dimana kunci saya satunya dan akses cardnya.
    Saya telp marketing saya dan setelah didesak baru MENGAKU bahwa kunci tersebut dan akses card nya di pegang mreka berdua. GILA AJA!! Bahaya juga kalau mreka berdua bisa masuk unit saya tanpa saya ketahui,lebih gilanya mreka ga ngaku lo awalnya. Setelah marah-marah dan bersiap buat pengaduan di polisi besoknya dengan ancaman pasal 362 KUHP, baru mereka mau kasih, itu juga mereka masih ping pong bahwa kunci ada di pegang M atau satunya. Setelah marah2 lagi dan mau ke kantor polisi,diperjalanan orang yg satunya itu telpon dan bilang kuncinya ada di dia dan mau dikasihkan. Buat perhatianya kedepan tolong dicek kuncinya.
    Amit2 capek saya,harus marah-marah yang tidak perlu,buat pengalaman aja,tolong selain yang diatas itu diperhatikan,juga baca baik2 adendumnya, dan PERHATIKAN, DALAM UU SARUSUN PPJB HARUS DIDEPAN NOTARIS, KENYATAANNYA KITA PENGHUNI DIBAWAH TANGAN. Cuman capek juga saya apabila harus maen ke pengadilan gara2 masalah gini,semoga kita bisa bersatu deh biar lebih kompak dan kuat baru ayo maen ke pengadilan bareng biar otak pengembang dan pengelolanya rada “normal” sedikit.
    Terima kasih buat perhatiannya semoga berguna tulisan saya untuk pembeli yang hendak membeli di GP.
    NB: kalau ada yang tidak terima dengan tulisan saya,mohon maaf sebesar-besarnya tetapi inilah kenyataan yang sebenarnya.Terima kasih

    Reply
  83. Marina

    Salam kenal…saya akhir tahun mau serah terima kunci di GP…sdh terlambat untuk backout juga…sepertinya harus bersatu dengan sepuh dr tower lain untuk fight bersama…perlu saran dr penguni lain supaya ada bekal menghadapi peperangan kedepannya…..jd langkah pertama apa nih yg harus dilakukan??? Ada no grup penghuni GP kah??

    Reply
  84. Jon

    Saya waktu pertama launching beli 2 unit di tower kedua.
    namun baru dalam proses pelunasan…udah keliatan pengembang tdk profesional alias amatir maklum baru masuk dlm dunia properti kayake…..dah gitu baru ketahuan yg punya cixx mexxx. gilee ajah.
    mulai dari surat hingga serah terima unit sarat dg tipu tipu….yaudah, krn batin gak tenang akhirnya baru nyicil 5 bulan ane jual tuh 2 units….. ternyata bener…pengembangnya biaxxx.

    Reply
  85. Martin

    Blog yang sangat bagus dan berdasarrkan bukti dan fakta …. semakin banyak orang yang menulis blog seperti inii , semakin kecil nanti nya untuk ada nya developer yang nakal yang membohongi masyarakat.

    Seharusnya UU indonesia sudah saat nya di perketat untuk menindak developer seperti ini dan penjarakan mereka.

    Saya pernah meng rekomendasi ke teman untuk apartment Green Pramuka, untung teman saya tidak jd membeli unit di Green Pramuka.
    God Bless

    Reply
  86. Julia

    Saya bs gabung ke grup penghuni ? Saya beli unit di tower orchid, janji des serah terima. Tapi ternyata sampai saat ini masih belum ada tanda” sama sekali. Dan membaca artikel ini, lemes rasanya :(

    Reply
  87. David

    Awalnya Green Pramuka ini utk menyasar ekonomi menengah,..eeehh malah masuk kandang Singa habis2an diperas. Turut prihatin buat warga GP. Semoga ada tindak lanjut dari Pemprov DKI (Pak Ahok)

    Reply
  88. mantan secuty GP

    Gw mantan secury GP, memang gw rasa peraturan manajement terlalu memberatkan tenant, maka dari itu ketimbang gw harus ribut dengan tenant setiap hari’a lebih baik gw yg keluar dari aprtmnt GP , tenant itu punya HAK d’sana, dn kenapa harus d’persulit,

    Reply
  89. lucky

    … dan pagi ini dapat selebaran lg dari pengelola, kalo tarif IPL naik per April 2016 jadi 17.000 per meter persegi. Bener2 rent***r ini pengelolanya, me****s duit warga GP… Fasilitas ga ada perubahan tp IPL naik trus… Amazing banget ini rusun!!!

    Reply
  90. Nadya

    sy penghuni tower 3. Emng kacau bener pengembang disini, ipl naik jd 18 ribu sekian (termasuk ppn), pdhal fasilitasnya ya itu2 aja ga ada perubahan sama skali. Kolam renang kotor, ga tega saya ngebolehin anak renang disini., dinding yg retak2 sehingga pasir suka berjatuhan (di kamar). Sdh pernah lapor ke manajemen, mereka cm nambal, sebulan kemudian retak lagi. Astagaaa..
    Belum lagi, pembatas antar unit yg tipis, tetangga sebelah ngobrol terdengar. Jgnkan ngobrol, ngaduk minuman pun kedengaran. Ckck

    Reply
  91. Mutia

    Tadinya rencana mau sewa GP buat 1thn pertama anak sekolah SMA deket situ, alhamdulillah dikasih tau ortu siswa lainnya link tulisan ini. Batal deh..ngeri…mending brangkat subuh aja dari bekasi tiap hari. Terima kasih atas infonya.

    Reply
  92. iwan hi kader

    Lbh baik ke apartemen Menteng Square, semuanya aman terkendali.. apabila ada perubahan selalu di umumkan untuk sama2 di dimusyawarahkan dgn penghuni apartemen……..

    Reply
  93. Arya

    IPL Paling mahal di kelas nya pelayanan NOL BESAR.
    Pikir2 dulu deh klo mau beli, apalagi pengelola nya blm di ganti,
    yg ada penyesalan seumur hidup.

    Reply
  94. Darman

    Saya penyewa aja di GP mau ikut nimrung uneg2. Bbrp hari lalu mau pasang gorden di jendela kamar. Begitu dibor ternyata ring balok diatas jendela itu kosong tengahnya. Jadi bornya lgs jeblos aja. Apakah secara teknik konstruksi ini tidak berbahaya? Begitu juga ketika mau pasang cantolan shower di dinding kamar mandi, begitu dibor, hanya 1-2cm aja yg keras, sisanya jeblos. Kayaknya apartemen ini perlu diaudit secara teknis deh. Saya bukan org teknik, mgkn ada yg bisa kasi pencerahan….:-(

    Reply
  95. tresna

    Wah masih terus bermaslah ya? padahal sy juga pesan yang tower 6 nih. Gimana kalau pengembang merasa sakti gini. Saya sih mau usul kalau kita gunakan pengacara saja yang LBH (misalnya), kalau LBH butuh dana untuk pengadilannya kita kumpulkan dananya melalui coin for GP???. atau sukur2 ada yang mau bukan koin, tapi agak besaran dikit… dan kita kuasakan urusannya pada pengacara LBH, mereka kan lebih mengerti bahasa hukumnya. daripada demo saja dan lama-lama cape.

    saya pribadi belum pernah urusan pengadilan apalagi pakai pengacara. tapi kita kan harus kerja harian, gak mungkin ngurusin maslah pelik gini jadi repot tadinya mau beli apartemen agar lebih deket dan praktis… eh kemakan buaryyaa..

    salam sedih en kesel.

    Reply
  96. ivy

    Salam dari Bougenville GO lantai 11 tapi saya belum serah terima da 1 tahun setengah, karena malas denger kehebohan disana, tapi tahun ini mau gak mau harus pindah ke apt ituuuu… hiksss karna inilah seharusnya rumah keluarga kecil kami… sedihhhh pikir cari yg murah dan deket kemana mana, eh malah serem gini, nti pas serah terima mau marah – marah aajaaa ….

    setuju tuh pakai pengacara trus kita patungan seluruh penghuni Green Pramuka, kan sudah banyak tuh penghuninya, jadi pasti gak seberapa untuk patungan bayar pengacara… sukur sukur pengacaranya tinggal di apt green jugaakkk … jadi bisa lebih murah :)

    Reply
  97. tresna

    Untuk mas acho, kalau sempat bantu organisir teman-teman yang mau untuk iuran bayar pengacara bahas masalah pprs GP -versi pengembang ini. kalau bisa pengacara YLBHI gitu, pengacara YLBH mungkin tidak matre…

    ditunggu komennya mas acho, walau sibuk mungkin….

    salam

    Reply
  98. Cpdeh

    Barusan saya mau masuk parkir ke B2 ditutup pake cones.. penuh, kata petugas parkirnya… lah trus gimana?? Tanya satpam sana sini mereka pura2 nggak tau lagi…jadi harusnya parkir di tempat parkir building management ya?

    Reply
  99. Darmawan

    Saya penghuni Tower Pino, tanggal 21Maret 2016 kira kira jam 6 sore terjadi keributan di areal keluar parkir, warga memblokir pintu keluar dengan mobil. Ada insiden dimana ada seorang Bapak dan anaknya yg masih kecil mau keluar tapi nggak bisa, Bapak ini bingung karena anaknya sakit tapi nggak bisa keluar sehingga dia nekat mengangkat palang pintu masuk mobil, tapi karena susah dia goyang kesamping hingga palang tsb terlepas dari tempatnya….seketika itu langsung Bapak itu diamankan security GP, tapi setelah diberitahu warga kalau anak Bapak tersebut sakit, barulah Bapak tsb dilepaskan. Permasalahan akan diselesaikan tanggal 22 Maret 2016, untuk sementara parkir member bebas parkir di groundfloor sampai permasalahan lahan parkir dimusyawarahkan dengan warga GP setelah diadakan pembicaraan dengan wakapolsek yang ada saat itu dengan disaksikan perwakilan dari secure parking.
    Hari ini tanggal 23 Maret 2016 saya terkejut dikarenakan pengelola parkir menempelkan baner yg bertuliskan jika per tanggal 5 April 2016 akan dilaksanakan tarif parkir normal utk member di are groundfloor dan B1.
    Apakah hal ini sudah disetujui warga GP? Dikarenakan lahan parkir B2 tidak muat utk menampung mobil member GP.
    Mohon perhatian dari warga apartemen GP…saya takut keributan akan terjadi lagi
    Sebagai catatan… Kasus seperti ini selalu berulang… Saya merasakan pengelola mencoba trial dan error dari kasus ini tanpa melihat warga apartemen GP yang jadi gelisah atas peristiwa yg terjadi…

    Reply
  100. martin hertanto

    Bapak-bapak ibu-ibu sekalian…dari awal pembebasan lahan saja sudah masalah…berantem lah sama warga…terus denger2 waktu sedang gejolak2 nya itu lahan mau jadi kawasan hijau…eh sekarang kok jadi apartemen…memang dr dahulu masalah…semoga PPRS di GP segera terwujud…salam…

    Reply
  101. warga gp

    Mikir2 dulu deh kl mau beli di GP slama pengelolanya masih yang ini..mereka akan terus cari alasan yang paling nguntungin mereka..misal, giliran biaya IPL dpersamakan dgn apartemen bilangnya, giliran slot parkir dbilangnya ini rusun…dr cerita3 temen yg tinggal di apt jg, apt GP ini yang paling jahat mungut2in uang dr warganya dgn brbagai cara…nyesel saya beli dsini… hiks..

    be smart, people!

    Reply
  102. Alan

    Saya penghuni di tower bougenville dari awal 2014 saya di apartemen gp, ingin berbagi cerita perlakuan gp kepada saya

    1. Waktu itu saya sedang naik motor membawa laptop apple (harganya 15 juta) dan peralatan elektronik (cdj 13juta headphone 2.5jt) lainnya di tas, pas mau nyampe apartemen langsung hujan deras sekali karena saya masuk lewat pintu masuk yang paling ujung kanan pas dibuka saya langsung gas motornya ke basement 1 eh malah di cegat sama securitynya karena motor ga bisa masuk sini, lalu saya jelaskan apa yang saya bawa dan di luar ujan kalo saya keluar pasti kena ujan karna daya disuruh parkir di luar yang kena banget sama hujan walaupun udah saya jelaskan securitynya tetap tidak mengizinkan motor parkir di sini walau hanya sebentar mau naruh barang di unit sekitar 20 menit saya berdebat dengan security itu pakai cara alus dianya batu saya pakai suara yang keras dianya terlihat kesel apalagi saya penghuni yang selalu bayar parkir mobil motor walaupun motor jarang banget dipakai. Setelah itu saya langsung tinggalkan motor saya ga peduli dia mau dimarahin bos atau apa karena mereka ga mentoleransi padahal saya hanya izin parkir 10 menit, emang benar saya hanya parkir di bawah 10 menit abis itu motor diambil lagi parkir di atas ujan2an lalu saya ambil mobil yang mobil saya juga ada di basement 1 tempat saya ingin parkir motor tadi, ketemu dengan security itu lagi saya jalan2 sebentar dan parkir lagi di tempat semula ketemu dengan security itu saya memberikan tip kepada dia dan dia berkata makasih bang, keesokan harinya pas saya mau pergi kerja di kaca mobil saya tertulis BANGsat langsung melihat mobil kanan kiri ternyata hanya mobil saya saja yang tertulis :)
    Ini apartemen saya, tiap bulan apa yang harus di bayar saya bayarkan tapi diperlakukan seperti ini :)

    2. Saya mobil biasa parkir di basement suatu ketika parkir di atas tiba2 saya disuruh bayar walaupun saya member harganya sih 6000 tapi tetap saya tidak mau bayar karena saya merasa seperti dibodohi jikalau saya bayar, tida ada pemberitahuan apa2 tiba2 minta uang, saya ga mau bayar eh security langsung berdatangan ngompor2in ke penghuni di belakang kalo saya ga mau bayar di situ motor dibelakang langsung maju trus nyuruh saya bayar lalu saya jelaskan ke dia bahwa saya bukan tidak mau bayar tapi tidak mau diperlakukan seperti ini saya mampunmembeli apartemen dan mampu membeli mobil dan motor tidak masuk logika jika saya tidak bisa membayar 6000 hanya saja saya orang yang tidak mau mengeluarkan uang dengan keadaan seperti ini, setelah orang di motor tersebut mengerti dia langsung membenarkan saya, namun security2 di sekitar sudah pada ngomongin saya dan ga tau apa yang dikatakan kepada penghuni lain ada security yang memfoto2 plat nomor mobil saya (masih ingat wajah2nya) seakan2 saya seperti melakukan kejahatan padahal disini siapa yang dijahati? Karena tidak senang saya keluar dari mobil dan saya mau datangi security2 itu ingin menanyakan maksudnya apa? Taunya apa? Cuman mereka langsung pergi, lalu datanglah karyawan gp yang bicaranya lebih tenang menenangkan saya dan saya bisa keluar dengan gratis, namun saya tatap bayar 50 ribu, agar mereka mengerti bahwa bukan tidak punya uang tapi saya tidak ingin diperlakukan seperti diperas

    3. Costumer sevice di Gp kenapa tutup jam 16.30? Orang rata2 kerja sampai jam 5 kalau bos pengertian 16.30 udah bisa pulang namun pas sampai apart csnya pasti udah tutup ga ada dispensasi sama sekali :)
    Disaat sudah bisa mengatur waktu untuk ke cs malah dikatan mengikuti peraturan dari pa gubernur bahwa ada pembatasan sampai 800 mobil tetapi kuota di mobil Gp sudah 1200 jadi saya tidak bisa memperpanjang member parkir mobil saya, saya harus parkir di luar yang kena panas berdebu karna ada pembuatan apartemen lainnya :) saya juga kalo weekend kerjanya malam pulangnya pagi di luar ga mungkin ada parkiran karena semalam saya baru mengalaminya disitu merasakan lelah habis kerja ingin rebahan tapi harus muter2 nyari parkir atau nunggu ada mobil yang keluar kalo pulang jam 3 tunggu mobil keluar keluarnya paling cepet jam 5, apakah nasib saya harus seperti ini tiap weekend ? :)

    Sekian sedikit cerita dan pengalaman dari saya semoga penghuni2 yang lain bisa diperlakukan lebih baik dan tidak ada lagi calon pembeli yang tertipu :)

    Buat yang udah tertipu yang sabar yaah :p
    Biar tuhan yang membalas 0:)

    Reply
  103. Harry

    PBB masih tanggungjawab developer karna belum pecah sertifikat itu, makanya gak dilampirin sppt pbb-nya, karna masih srrtifikat induk. Kemungkinan tagihan pbb per unit itungan developer sendiri, di mark-up? Who knows? Cuma developer yg tau,,,
    Tapi kalau lihat transfernya ke rek developer, itu udah ada indikasi mark up. Saya juga pernah kerja di developer, semua penghuni apartemen perusahaan saya diharuskan setor sendiri pbb-nya, yg lalu melampirkan/ fotocopy bukti bayar ke pengelola, lewat pengelola juga bisa yg nanti bukti setor asli dikasih ke penghuni. Nah beda lagi di proyek yg lain, pembayaran pbb melalui developer, tapi sppt dilampirkan pada tagihan yg sebelumnya sudah dibayarkan terlebih dahulu oleh pengelola, ibaratnya ditalangin dulu

    Reply
  104. ersa fauzi

    Pengelola sukses membuat penghuni nya merasa tidak nyaman di rumah sendiri.

    Sy punya unit di Tower BG yang dihuni oleh istri dan bayi kami usia 2,5 bulan, sedangkan sy pulang setiap 2 minggu sekali. Karena perpanjangan kartu parkir berlangganan dibatasi paling telat tgl 5 april 2016 kemarin secara mendadak, istri saya yang baru saja cuti melahirkan tidak bisa memperpanjang kartu parkir (kalaupun bisa tetap harus bayar 3 bulan yg sebelumnya, padahal unit tidak ditempati) sehingga terpaksa parkir di luar area tower. Karena jika parkir didalam harus bayar!

    Tadi sore, istri saya tidak dapat parkir sama sekali karena area parkir di luar sudah penuh. Miris, padahal parkir di GF masih banyak dan di B1 malah dirantai! Istri saya yang bingung akhirnya parkir mobil di area yang kosong, tapi disamperin satpam dan ditegur tidak boleh parkir disitu. Istri saya yang sedang bawa bayi menjadi frustasi dan nangis sesenggukan. Akhirnya pak satpam kasian dan menyuruh istri saya parkir paralel di depan mobil yang parkir berjejeran dengan posisi netral. Alangkah kacaunya penghuni baru diperbolehkan parkir karena rasa iba?! Lalu malamnya unit saya diketok satpam untuk memindahkan parkir mobil. Dan istri sayapun memindahkan mobil saat kondisi hujan lebat.

    Kejadian sore ini benar-benar membuat istri saya tertekan. Green Pramuka City sudah sangat tidak nyaman untuk dihuni apalagi oleh lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sudah banyak masalah disini mulai dari IPL mahal untuk hunian sekelasnya, biaya parkir berlangganan mahal, bayar PBB tidak transparan, dan masalah lainnya yang gampang dicari di google.

    Lebih baik unit ini saya jual, walaupun dijual murah. Daripada istri dan bayi kami menjadi tertekan dan stress gara-gara tinggal disini. Terima kasih pengelola GPC, anda telah membuang jauh-jauh kenyamanan tinggal di rumah sendiri.

    Reply
  105. Feri

    Waduh, sy br brita ini di blog bapak dan br saja ambil sktr setahun lalu di tower baru dgn tipe studio terkecil

    Sdh di info akan serah terima jd mau ga mau unit akan sy isi, klo baca dr blog bapak bs tekor sy utk renov unit ini

    Smoga pengembang bs ambil kesepakatan dn penghuni lama ya pak biar ga terjadi pungli spt ini

    Reply
  106. agra

    Pengelola selalu mengeluarkan aturan sepihak tanpa musyawarah dgn warga. Seolah olah warga hanya jadi sapi perah

    Reply
    1. Iyut

      Beli unit thn 2013 baru serah terima 1 minggu tp lelahnya sudah luar biasa. Pengelola, marketing pembohong. Urusan fit out apalagi. Terlalu lelah utk bs menuliskan saat ini tp saat serah terima Saya bayar PBB sekitar 1.2jt total sign IPL sekitar 8,6jt. Parkir Mobil 300rb Dan motor 150rb jd mikir2 mau bawa kendaraan. Security sangat intimidatif. Ketika menurunkab barang Dari Mobil (barang Kecil dalam kantong2 belanja), Saya dikerumuni 4 E MPAT orang security yang nada bicaranya benar2 intimidatif.

      Reply
  107. zipex

    Alhamdullillaaaahhhh .makasih buat blog ini. Lagi2 nyari unit apt GP .udh di catet udah di screanshotin yg mau di beli. Akhirnya nemulah catatan hati penghuni GP, padahal siang ini sy mau nlpn yg jual unit. Untuuung nemu yg ginian. Kagak bakalan dah. Semoga cepat terselesaikan aja mslhnya. Ngomong2 ni satpam GP sok bangor juga ye.

    Reply
  108. Sylvia Putri

    Agar segera di usut oleh Pemda DKI Jakarta, Polres Metro Jaya Jakarta Pusat dan Bapak Gubernur Basuki Tjahya Purnama :
    1). kenapa jalan milik pemprov dijadiin lahan parkir yg dipungut 200rb/bln?
    2). parkir gedung lt. Dasar dan lt. basement 1 dikomersialkan, tidak boleh digunakan oleh warga green pramuka (pemilik unit / penghuni unit).
    3). warga dipaksa utk menyetujui parkir berlangganan hanya di basement 2 dan jalan milik Pemda.

    Apa haknya pengelola meminjam lahan dki utk parkir dan hak apa mereka memungut iuran parkir di atas lahan pemda?

    Reply
  109. Ida

    Parah ya… Alhamdulillah saya gak jadi ambil d green Pramuka . Waktu itu saya da dp 5juta.. Mendingan 5 jt saya hilang dari pada ngalami kejadian seperti sekarang … Pasti lelah dan gak nyaman…

    Reply
  110. jokil

    pengembangnya gag punya komitmen ya mas.. saya kebetulan lg cari2 apartemen nih, setelah baca artikel ini green pramuka saya coret dari list..

    Reply
  111. lina

    Rencana akan invest melalui property Apartemen melihat passive income Dari sewa dan kenaikan harga unit. Tp tulisan blog ini memberi info banyak peluang di kerjai shg berpikir ulang deh…walau sudah dp 5jt (bukan di gp).. Daripada tambah dalem kynya iklasin deh..hiks

    Reply
  112. Gita BoniTa

    Wah baru menemukan ni artikel ini dan informativ bgt plus deg deg an. Saya beli unit di Penelope janjinnya kelar Des 2015 dan skrg datennya 21 Juni 2016 blom ada panggilan untuk serah terima juga. Baca dari komen2 sebelumnnya di lama2 in aja serah terimannya sebelum mesti berkewajiban bayar ini itu, tp apakah pembeli benar mendapatkan 1% – 3% dari jumlah angsuran bila pengelola lalai menyerah terimakan unit lebih dari 6 bulan dari kapan gedung beres sesuai yg di tulis si PPJB lampiran 1?

    Ya as long as they keep their words dan terus transfer si ga pp lama2in serah terima, tapi resah juga yaahh..yg tdnnya tu apartemen mau ditinggalin tp gara2 delay, dan mesti pake rekan lah untuk rombak apartemen dan biaya2 fit out itu bener2 seperti memeras perah para penghuni.

    Duhhh mau dong ya join suara dan aksi supaya para satpamers, developpers dan maintainers ga seenak enaknnya begini. Tegakan hukum !

    Reply
  113. Fransiskus

    Saya bantu share, saya tinggal di Apt GMR, keadaannya 11-12, walau per kasusnya tidak sama. Jangan patah semangat, mari kita saling doa kan agar ada jalan keluar/ solusi yang terbaik, semoga Tuhan tidak membiarkan umatnya di-zolimi terus menerus. Check facebook Forkom GMR. Semangat ya seluruh warga Apt. Green Pramuka.

    Reply
  114. Cici

    Saya beli di tower orchid dan buat furnishing apartemen pakai kontraktor luar, pas mau pasang ditahan sama security karena menggunakan kontraktor luar ada biaya lagi kecuali kalau pinjam bendera ke kontraktor rekanan. Kalau pakai kontraktor rekanan harganya minimal 40 juta padahal harga yang saya dapat dari yang bukan rekanan 30 juta an (padahal ini yang 2 kamar)… bedanya jauh banget… Daripada begitu klo tahu dari awal mending beli lemari jadi aja ga ribet sama dimintain uang terus…

    Infonya meski tower ini nyatu dengan mall, malah tidak ada tv cable nya padahal saya ngontrak di fagio sudah ada tv cable, ini harus pasang sendiri bayar lagi. Pantesan suka liat ada antena luar di balkon unit orang

    ya ampun… bener deh udah kerja dari pagi ampe malem, macet-macetan.. dipake buat bayar-bayar beginian…. mending ga usah beli… ngenes…

    Reply
    1. Gita BoniTa

      Mba Cici serah terima Tower Orchid sesuai yang dijanjikan kah des 2015? Atau kamren terjadi pada bulan apa ya mba? Trims infonnya

      Reply
  115. Donal

    Terima kasih buat saran dan pesannya…tadinya saya berencana mau membeli apartemen Green Pramuka,tapi setelah membaca sebagian dari keluhan penghuni Green Pramuka saya putuskan tidak jadi. Semoga pemerintah juga turut membantu mnyelesaikan prmasalahan yg trjadi. Amin

    Reply
  116. Dwi B

    Inilah kl ada main mata dg oknum2 pemda dan aparat keamaanan, melalui perda yg diatur2 kongkalikong , shg developer diatas angin seenaknya. Gub Ahok kayaknya gak berkutik dg ulah oknum2 ini. Sy doakan dg terkuaknya kasus suap reklamasi dll perijinan/ perda akan berbuntut panjang ke developer2 lain dan penghuni akan ungkapkan kejanggalan ke medsos spy direspon KPK..hanya KPK yg msh bs dipercaya . Aparat lainnya ????????? Ini pemerasan gaya reformasi sangat halus permainannya krn bs dirasakan tp sulit pembuktiannya krn berlindung pd peraturan / perda yg dibuat dg cara kongkalikong. *KETAHUILAH ALLAH TIDAK TIDUR*

    Reply
  117. lionstar

    Permasalahan Pajak coba ditanyakan ke Kantor Pelayanan Pajak terrdekat, minta faktur pajak dan surat setoran pajaknya. karena melihat tingkah laku dari pengelola, ada kemungkinan penagihan tersebut bersifat fiktif. Kalau terbukti fiktif, anda bisa sekalian mengadukan pengelola ke Kantor Pajak, nantinya si pengelola ini yang bakal dihabisin ampe kering sama petugas pajak.

    Saya kebetulan bekerja sebagai auditor, sering menemui kasus seperti ini. caranya dengan mengkonfirmasi ke kantor pajak. dan kalau ketahuan si pemotong pajak fiktif niscaya akan mati2an mengemis agar masalah ini tidak dibawa ke kantor pajak.

    Reply
  118. Mpleketek

    Ini modus penipuan dan pemerasan yang di lakukan oleh pengembang….dimana penipuan dan pemerasan ini sepertinya dilakukan secara sistematis dan dengan teknik menjebak….awalnya calon penghuni rusun di iming-imingi fasilitas yang belakangan diketahui bahwa iming-iming tsb hanya sekedar trik untuk mengecoh, setelah calon penghuni benar-benar tertarik kemudian membeli rusun tsb barulah semua aturan yg memberatkan penghuni diberlakuan belakangan….INI SUDAH JELAS MELANGGAR PASAL PENIPUAN DAN PEMERASAN…KENAPA TIDAK DI LAPORKAN SAJA KEPADA PIHAK BERWENANG…KALAU MENTAL KAN MASIH ADA PIHAK LAIN YG KITA ANGGAP DAPAT MEMBANTU SEPERTI MISALNYA GUBERNUR AHOK….ATAU KALAU PERLU COBA KELUHKAN LANGSUNG SAJA KEPADA PRESIDEN JOKOWI…kalau kita benar kemanpun kita tidak akan kalah….INGAT !!!! SEMUA BIAYA YG DI PUNGUT SECARA LIAR KEPADA PENGHUNI SEBAGIAN DI GUNAKAN OLEH PENGEMBANG UNTUK MEMBAYAR GAJI SECURITY YG SEPERTI TERLIHAT PADA FOTO MEMBUAT BARISAN PAGAR BETIS YANG RAPI UNTUK MENGHALANGI-HALANGI WARGA….DARAH YANG MENGALIR DI DALAM TUBUH PARA SECURITY ITU SETIAP INCINYA ADALAH MERUPAKAN SARI PATI MAKANAN YG DIBELI DARI UANG WARGA YANG MEREKA HALANG-HALANGI ITU….INGAT ITU !!!!

    Reply
    1. irfan

      ahok lebih dekat ke pengembang. itu fakta yang udah gak bisa ditepis lagi. dia lebih temenan sama pengembang daripada sama pendukungnya sendiri seperti “teman ahok”

      Reply
  119. GiTa BoniTa

    So here’s the long story made short.

    Tower penelope sdh serah terima end of June – awal juli 2016 dan berikut kronologi serah terimannya:

    1) Dikarenakan tugas kantor saya di luar jakarta, saya membuat surat kuasa untuk suami saya yang mengurus segala urusan mengenai serah terima. Pada saat suami saya mau masuk ke kantor GP, di halang oleh beberapa Satpam yang menurut ucapannya adalah karena di perintah oleh atasnnya. Hari bertanggal 2 Juli 2016 ( ya oke mau lebaran dan smua mungkin sudah males bekerja) , tetapi suami saya gigih untuk mengurus serah terima apartemen kami dan menerobos satpam itu dengan bilang “saya mengerti kalau anda smeua puasa dan lelah, tetapi saya harus melakukan serah terima ini, like it or not”. So alhamdulillahnnya akhirnnya di ladeni. Konon urusannya adalah simple: —> Bayar, Serah terima kunci , cross check keadaan uni yg dibeli dan ciao!!

    2) Sebelum kunci diserahkan, ada biaya sebesar 8,3 juta untuk IPL ( Iuran Pembayaran Lingkungan), Deposit PBB, dan Biaya Instalasi Listrik untuk 12 bulan ke depan. Semestinnya 8,7 jutaaan, tetapi mereka bilanga da “diskon” jadi berkurang deh 400 rb. Secara detail juga tidak dijelaskan.

    3) Long story made short, biaya tersebut dibayarkan dan ada 3 bulan garansi sebelum di renov kalaua da beberapa cet / tipe unit yang harus diperbaiki.

    4) Skrg kami lagi dalam tahap mencari interior desainer yang katannya harus “mitra”. and we were like “WHAT?”" Mirip jaman2 pada saat kami menikah dulu donk..katering dan dekor harus mitra gedung?? This is ABSURD!! Harga yang di tawarkan untuk merenovasi komplit 33m2 2BR itu pun sangat fantastis yaitu 79,999,999 Rp. alias round about 80 juta. Apa ini biaya normal?? Menurut info yang saya dapat oleh desainer bukan mitra, sebenarnny 45 – 50 juta juga bisa dapat.
    Alasan GP harus memakai mitra adalah untuk “menghindari kerusakan yang terjadi pada unit”. But yang bener saja harga segitu mahal?

    PS : Apartemen Green Pramuka ini makin hari makin tidak jelas. Bentuk apartemennya saja sudah seperti “student dorm” kalau di luar negeri yang menimbulkan pemikiran “murah” di antara masyarakat, tetapi konsep Green yang dijanjikan tidak ada sama sekali dan mengenai parkiran, sudah saya prediksi sebenarnnya akan bermasalah sejak mau membeli apartemen di sini dan buktinnya betul telah menimbuklkan banyak masalah karena tidak dibatasi per penghuni boleh memiliki satu kendaraan saja / satu kendaraan bermotor.

    Apakah gara2 namannya ada “Green” kami penghuni di himbau untuk memakai sepeda? Dan sepeda tidak akan dikenakan biaya parkir? What is the “Green” word doing there as a brand? Just a marketing concept and a lie to its tenants?

    Di jaman urbanisasi ini, dimana manusia semakin banyak dan tanah semakin sedikit di pusat kota, kita semestinnya harus menjadi masyarakt yang pintar memanfaatkan “sharing economy” bila parkir yang selalu menjadi masalah, bagaiman dengan menyewakan tempat yang tidak digunakan sebagai parkir antara sesama penghuni? Or create a tebengan antara sesama penghuni untuk mengurangkan jumlah pemakaian mobil secara menyeluruh ? Car sharing agreeement yang kantornnya searah, pulangnnya juga bisa barengan?

    Reply
    1. irfan

      sebenernya sudah dibatasi, tapi emang kuota parkir dengan jumlah unitnya yang sangat kurang. ambil standar rusun sederhana milik yang cuma 10%. sisanya dirantai gak boleh pakai atau dikomersilin dengan tarif perjam

      Reply
      1. GiTa BoniTa

        Terimakasih penjelasannya mas Arif.

        Bila tiap jam parkir kendaraan di komersilkan atas dasar “human greed” alias kerakusan manusia akan menghasilkan duit, apakah public transportation, taxi, car sharing merupakan alternaiv to fill this gap? This way, kita bisa menjadi masyarakat yang “green” menghuni di apartemen yang “green”. Hanya sebuah pemikiran saja. Bila kita tidak mau diraup / di peras uangnnya dengan parkiran per jam oleh satpam dan lelah menunggu keputusan pengelola untuk menvcari solusi, let us be “green” to our environment.

        Reply
        1. Acho Post author

          Persoalan parkir itu hanya sebagian kecil permasalahan yg kita alami di sini, banyak yg jauh lebih penting seperti:

          1. Sertifikat tidak jelas.
          2. PBB ditagihkan tanpa SPPT dan disetor ke pengelola bukan ke dinas pajak.
          3. IPL tidak transparan dan sangat mahal bahkan lebih mahal dari sudirman park dan apartemen lain di atasnya.
          4. Renovasi unit harus pakai rekanan seperti yg anda Alami.
          5. Listrik di mark-up di atas harga PLN.
          6. Pengelola belum punya izin pengelolaan dari gubernur.

          Jadi, jika anda ingin naik taxi ke kantor atau car sharing, ya silahkan, itu bagus. Tapi bukan itu fokus permasalahan yg ada di green pramuka city. Fokusnya adalah pelanggaran UU Rusun dan perampasan hak konsumen.

          Reply
          1. Acho Post author

            Ya masih sama, IPL masih mahal, PBB masih ditagihkan dan dipaksa bayar ke rekening pengelola (bukan ke rekening dinas pajak).

        2. Yudhistira

          Tidak semua orang se-ekstrovert yg suka sharing ini itu, tidak semua orang punya rentang fleksibilitas yg tinggi utk car sharing atau nunggu dan stopin taksi. Let’s be honest, kita tinggal di Apartemen adalah utk memiliki privasi yang tinggi. Dan lagian di masa sekarang ini naik transportasi umum justru lebih mahal dibanding pakai mobil pribadi utk 3 org keluarga misalnya, cicilan mobil hanya 2,5 juta per bulan. Lebih murah tentu lebih green. So yeah, masalah parkir bukan serta merta solusinya car sharing, nebeng pergi dan pulang kantor, enggak. Permasalah Green Pramuka sangat banyak seperti yg sudah ditulis oleh Mas Acho.

          Reply
  120. Irfan

    Update terakhir? Makin mahal tinggal di sini. Sertifikat gak tahu kapan. Bangunan gak ada sertifikat laik fungsi (SLF)

    Apa pengembang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah? Ketemu warga aja ogah. Mesti dipanggil DPRD dulu petingginya baru pada muncul. Banyak tuh videonya di youtube. Search aja di sana “green pramuka”. Jgn kaget.

    Reply
  121. Penna

    Share pengalaman aja nih gan..waktu project di GP. dulu di 2014, diminta buat design dan renov punya temen saya di tower yang warna biru (saking malesnya saya inget project disitu hehehe). Yg pasti sebelum ada aturan harus pake vendor interior dari gp. Pada saat saya mau izin springkler untuk dipindah titiknya, ternyata gak dikasih sama gp nya. Alesannya, yg lain gak ada pindah, dan dikhawatirkan ada bocor. Sampe maksa saya bilang “gw renov + pindahin sprinkler gedung bej paling mahal di indo untik 1 lantai 89 titik springkler gw pindahin gak masalah, lo rusun aja masa gak boleh” serius, sampe saya ngomong gitu.. akhirnya saya bilang, klo ada sampe kebakaran, gw gak akan tanggung jawab, karena lo gak kasih buat gw tambah titik sprinkler dari 3 menjadi 5 titik. Karena kita tau, dalem surat izin kerja itu ada biaya kuras air, dimana kalo ada keterangan kuras air itu.. biasanya berkenaan dengan sprinkler. Bulan besoknya..ajaib sim salabim udah gak ada keterangan itu..hebat kan!!
    Intinya si pemilik hanya mau diberikan keamanan lebih dengan menambah titik sprinkler supaya aman tapi gak dikasih gan. Parahh yaa. Soal safety loh ini. Saya udah ngerjain di 8 residence, permata hijau reaidence dan kelas lain yg lebih tinggi kelasnya tapi mereka mempersilahkan loh buat renovasi SENYAMAN dan SE-AMAN mungkin unitnya. Ini parahh banget. Jadi akhirnya, terakhir lah project di GP Ini. Kalo bisa jangan ada lagi. Kecuali apartmen satu2nya dijakarta.. hehehee.. buat para pemilik, keep fight terus, semoga berubah tuh manajemen amburadulnya.

    Reply
  122. Purnomo

    Biaya atau Iuran Pemeliharaan Lingkungan RUSUN Aprt. Green Pramuka City (unit 2 Bed Room) , Rp 1.921.425,- / 3 bln .. Tiap Bulan Bayar Biaya Pemeliharaan Rp 640.475,- per Bulan .. Tidak ada Transparansi / Laporan Keuangan ke Publik / Warga / Pemilik / Penghuni.. #indikasi #korupsi

    Reply
  123. jem

    Alhamdulillahhhh Pembelian Apart disini udah d batalin karna marketing yang kurang ajar udah bayar ini itu beberpa bulan kemudian bilang Unit sudah di taken marketing lain, kesel dan ilffil cancel walu marketing iming imingi ganti unit lain dan di kasih handphoe.

    Reply
  124. riris

    Alhamdulillah,untung sy dulu ga ambil apart GP ya.nyaris pengen tp waktu itu sy mutusin milih apart CER di pondok bambu,so far so good (ya tdk sempurna tp sejauh ini sy msh nyaman dan baik2 aja disini,baru pindah ke CER 2 sejak feb 2016 tp tinggal (sewa) di CER 1 sdh 3,5 tahun)

    Terus gmn sekarang kelanjutannya kisruh di GP?smg ada solusi yg baik utk semua ya.semangat ya…smg jd lbh baik

    Reply
    1. Acho Post author

      Ya masih sama, IPL masih mahal, PBB masih ditagihkan dan dipaksa bayar ke rekening pengelola (bukan ke rekening dinas pajak).

      Reply
  125. Frengki

    Turut prihatun utk bapak2/ibu2 yg mengalami hal hal yg sama dgn pak acho.
    Inilah salah satu pertimbangan saya tidak tertarik untuk tinggal di tempat yg disebut apartement. Banyak biaya2 “TAK TERDUGA” yg muncul. Wahh… yg sabar ya pak..bu…

    Reply
  126. Mira

    Saya pemilik dari 2 unit di tower penelope.
    Untuk urusan fitting out dipersulit,
    1. si petugas bilang harusnya fitting out sama vendor nya dia saja supaya dipermudah. Padahal fitting out yang saya lakukan hanya cat dan tutup pipa saja, bukan full furnish yang sifatnya major. Lalu saya dibuatkan surat supaya bayar 250rb di kasir (untuk ijin hari itu saja) untuk ongkos sampah. Padahal saya tidak bobok apa2, melainkan cuma ngecat dan pasang gipsum untuk sembunyiin pipa.

    2. Urusan mau pasang (hanya tempel) keramik kitchen, tidak boleh. Padahal di unit sebelumnya bisa dipasang. Yang tidak dipersulit hanya pasang ac dan masukin kasur mungkin.

    3. Petugas yang urus fitting out tidak ramah. Saya emosi juga si, karena sudah bayar tukang untuk tempel keramik tp ga diijinin. Saya bilang kalau punya 2 unit disini makanya bolak balik ijin fitting out. Dia malah bilang, “makanya jangan banyak2 belinya” (padahal saya mau investasi). Saya sampai bilang, “saya ini customer kok diperlakukan begitu, saya jual lagi aja unitnya!”

    Sebenarnya nyesel ga nyesel. Excited akhirnya bisa punya properti sendiri tapi setiap urus keperluan apartment selalu dibuat marah. Ingin hati jual aja dan beli apartmen di tempat lain, tapi ga enak sama ortu yang sudah patungan beli unitnya.

    Tapi to be fair. Dari pihak manajemen sudah ada upaya untuk cut orang2 yang suka minta uang tanpa berdasar. PIC tower saya juga sudah diganti orangnya.

    Semoga petugas2 yg mempersulit dan mata duitan beneran di cut terus ya, termasuk satpam2 yg tingkahnya kaya preman.

    Salam

    Reply
  127. Masduki

    Mohon maaf koreksi sedikit. Setau saya thn 2015 pbb sektor p2 (pedesaan perkotaan) tdk lagi dikelola oleh DJP. Tp dikelola oleh dinas pendapatan DKI jakarta.

    Reply
  128. Dragono

    Mas, jadi bagaimana kondisinya sekarang? Apakah masih banyak hal yang dikeluhkan, dan belum ada perbaikan/iktikad baik dari pengelola? Informasinya penting buat pertimbangan, soalnya lagi *nyari-nyari* nih.

    Terima kasih :)

    Reply
    1. Acho Post author

      Belum ada perubahan, sertifikat masih belum jelas, IPL masih mahal, tempat parkir masih dipalang-palangin, PBB masih disuruh bayar ke rekening pengelola (bukan ke instansi pajak). Saya sih sarankan jangan beli di sini, biar ga menyesal kaya saya. Atau mau beli unit saya? Saya udah kapok :) )

      Reply
      1. Fajar

        Waduh. Kayanya sekitar september 2017 nanti mau pindah kesana. Nyesel baru baca blog ini. Mas acho nanti saya ikut gabung paguyuban ya. Saya mungkin bisa kontribusi dari sekarang mudah mudahan akan ada perubahan sampe september nanti. Terima kasih

        Reply
  129. Trah Nugroho

    Saya pernah PKL disitu 2 bulan pas pembangunan struktur tower M sama pas finishing tower N. Sempet kaget pas liat profil apartemennya yang 80% lahan hijau padahal aslinya gak sampe 20%. Terus juga unitnya yang kecil banget & gak nyaman, saya pun gak ada niatan untuk beli unit disitu sama sekali. Dan banyak banget liat spanduk di balkon warga yang mengecam developernya. Agak sedih sih pas tau info harga per-unit + embel-embel gak sesuai ekspektasi.

    Reply
    1. Acho Post author

      Hehe.. mantan “orang dalam” aja paham gimana bobroknya developer dan pengelola apartemen ini, apalagi kita customer apes yang jadi korban :)

      Reply
  130. hendra

    sy tinggal di mediterania ancol dilingkunganhotel asttton ancol… parkir luas, fasilitas. komplit gym renang.. kolam keren.. scuritynya ramah, pengelolanya baik, ipl kalo gk salah 12rb, listrik air standar… parkir mobil 200, motor 75… parkir luas, nyaman sih buat gw.. tadinya gw pengen beli di. GP, tp dg baca blog ini, gw kubur beli di gp, biat semua warga GP ayo bersatu, lawan ktidak adilan ini

    Reply
  131. Bman

    Tadinya interest loh dengan apartemen ini, karena menarik warnanya, dan lokasinya strategis. Tapi semakin kesini dan lihat kondisi realnya, kenapa banyak masalah ya, padahal kita sudah cape cari uang eh malah ada pihak yang malah seperti pre**n.

    Thank you informasinya, semoga lekas ada titik temu, jangan sampai bertambah lagi korban.

    So far saya punya properti seperti ini saja tidak ribet. Well keep fighting bapak ibu.

    Reply

Leave a Reply to Yani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>